PARADAPOS.COM - Liverpool FC secara resmi menyatakan dukungannya terhadap komunitas LGBT dengan berpartisipasi dalam pawai Pride Liverpool pada Sabtu, 25 Juli 2026. Langkah klub raksasa Liga Inggris ini langsung memicu gelombang reaksi negatif dari sebagian pendukungnya, termasuk dari Indonesia. Kolom komentar di akun Instagram Liverpool dipenuhi oleh ekspresi kekecewaan, bahkan sejumlah pengikut memilih untuk berhenti mengikuti (unfollow) akun resmi klub.
Reaksi Keras dari Suporter dan Netizen
Keputusan Liverpool untuk bergabung dalam pawai Pride tidak diterima dengan baik oleh semua pihak. Sejumlah fans mengungkapkan kekecewaan mereka secara terbuka di media sosial. "Ini lebih memalukan dari pada kalah lawan MU. One more reason to join Arsenal. Baru kali ini gua sangat kecewa dengan LFC," tulis seorang netizen di kolom komentar Instagram.
Tak hanya itu, beberapa pendukung The Reds juga menyatakan secara eksplisit bahwa mereka memilih untuk unfollow akun resmi klub. "-1 follower from indonesia. Good bay liverpool. -1 follower from Tanzania," ujar penggemar lainnya, menandakan bahwa kekecewaan ini bersifat lintas negara.
Perubahan Foto Profil dan Simbol Dukungan
Sebagai bentuk deklarasi visual, akun Instagram Liverpool FC mengganti foto profilnya. Logo Liver Bird yang ikonik kini dilapisi dengan latar belakang Progress Pride Flag. Pergantian ini dinilai oleh banyak pihak sebagai pengumuman terbuka bahwa klub sepak bola tersebut secara resmi mendukung komunitas LGBT.
Partisipasi dalam Pride Liverpool: Bukan Agenda Baru
Liverpool FC mengklaim bahwa keikutsertaan mereka dalam pawai Pride Liverpool merupakan bagian dari perayaan inklusi, kesetaraan, dan keragaman. Pawai yang digelar di Kota Liverpool ini diikuti oleh keluarga besar klub, mulai dari karyawan, pendukung, Official Liverpool Supporters Club, kelompok suporter, hingga jaringan mitra komersial. Sebagai sponsor resmi Liverpool Pride, The Reds bergabung dengan ribuan peserta dari seluruh penjuru kota.
Yang menarik, langkah ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Dalam laman resminya, klub menyebutkan bahwa tahun ini menandai 14 tahun sejak Liverpool menjadi klub Liga Premier pertama yang ambil bagian dalam pawai Pride. Dengan kata lain, dukungan ini sudah berlangsung sejak lama, meskipun baru kali ini menuai sorotan tajam dari publik Indonesia.
Pernyataan Resmi Manajemen Klub
Direktur Dampak Liverpool FC, Rishi Jain, memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini. Ia menegaskan bahwa keterlibatan klub dalam perayaan Liverpool Pride bukanlah kebijakan baru yang tiba-tiba muncul.
“Kami bangga sekali lagi mendukung Pride Liverpool, berbaris bersama rekan-rekan kami, pendukung, jaringan mitra dan komunitas yang lebih luas akhir pekan ini,” kata dia dalam laman resmi Liverpool FC, Ahad (26/7/2026).
Jain kemudian menjelaskan bahwa program bernama Red Together menjadi salah satu pilar utama klub dalam membangun budaya yang saling menghormati. “Red Together adalah cara kami memastikan semua orang merasa diterima, dihargai dan dihormati, dan Pride adalah kesempatan penting untuk merayakannya bersama kota kami. Kami berharap dapat datang bersama untuk menunjukkan dukungan kami kepada komunitas LGBT,” lanjutnya.
Program Red Together dan Kegiatan Sepanjang Musim Panas
Partisipasi dalam Pride hanyalah satu bagian dari program yang lebih besar. Liverpool FC menegaskan bahwa keterlibatan ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap kesetaraan, keragaman, dan inklusi. "Sebagai bagian dari Red Together, komitmen klub terhadap kesetaraan, keragaman dan inklusi, sebuah program kegiatan sekali lagi menyatukan rekan kerja, pendukung, dan komunitas lokal sepanjang musim panas," demikian pernyataan klub.
Awal bulan ini, Yayasan LFC telah menyelenggarakan turnamen sepak bola Pride tahunan. Acara tersebut menyambut tim dari sejumlah liga lokal untuk hari yang penuh dengan sepak bola, koneksi, dan kebersamaan. Young People's Advisory Service (YPAS) juga hadir dalam acara itu untuk memberikan informasi mengenai layanan yang tersedia bagi kaum muda di seluruh kota.
Pada hari Sabtu, yayasan yang sama juga mengelola stan khusus di Liverpool Pride. Di stan tersebut, para pendukung dapat mengetahui lebih lanjut tentang program dan kerja komunitas yang dilakukan oleh yayasan.
Kreativitas Anak Muda dan Koleksi Ritel Pride
Kompetisi lencana Pride tahunan klub kembali menyoroti kreativitas anak muda yang terhubung dengan Yayasan LFC. Desain pemenang tahun ini dibuat oleh peserta program Foundation bernama Grace. Karyanya terpilih dari 364 entri yang masuk dan dinilai oleh jaringan karyawan LGBT klub. Lencana tersebut akan dipakai dan dibagikan sepanjang acara akhir pekan.
Bagi suporter yang ingin menandai momen Pride, klub juga menyediakan koleksi ritel khusus. Koleksi ini tersedia secara online dan di toko LFC resmi, menampilkan berbagai pakaian dan aksesori Pride. Yang patut dicatat, persentase hasil penjualan dari koleksi tersebut disumbangkan ke badan amal LGBT lokal. Hingga saat ini, klub telah menyumbangkan £20.000 untuk tujuan LGBT melalui berbagai inisiatif.
Artikel Terkait
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Hadiah Rp 895 Miliar Terancam Pajak AS 30 Persen
Kembang Api Final Piala Dunia 2026 Diduga Berwarna Argentina, Viral Tuduhan Pertandingan Diatur
FIFA Tetapkan Enam Negara Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Lintasi Tiga Benua
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina 1-0, Kontroversi Insiden Cucurella-Messi Warnai Final