Roy Suryo Sindir Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi: "Cuma Segitu Kalian Berdua"
PARADAPOS.COM - Roy Suryo mengaku tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam pertemuan antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah. Padahal, Roy merupakan salah satu dari delapan tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Roy Suryo menegaskan dirinya baru mengetahui informasi pertemuan tersebut secara tidak langsung. "Tadi siang Eggi Sudjana menelpon salah seorang teman yang kebetulan berada dekat saya. Saya dengar dan direkam," ujar Roy Suryo di Kanal Youtube KompasTV, Jumat, 9 Januari 2026.
Tidak Ada Permintaan Maaf ke Jokowi
Dari percakapan yang didengarnya, Roy menekankan bahwa tidak ada pembicaraan mengenai permintaan maaf kepada Jokowi. "(Pengakuan Eggy) Tidak ada sama sekali kata permintaan maaf," katanya.
Roy mengaku tidak tahu siapa penginisiasi pertemuan itu dan meminta Eggi Sudjana bersikap jujur kepada publik. Menurut Roy, Eggi berjanji akan membuka seluruh cerita pada pekan depan. "Minggu depan, hari Jumat, dia berjanji akan menceritakan semuanya," ungkapnya.
Ditertawakan Tim Kuasa Hukum
Roy Suryo menyampaikan bahwa di internal tim kuasa hukum, advokasi, dan akademisi, pertemuan tersebut justru disikapi dengan tawa sinis. "Kedua, kami dari tim kuasa hukum, advokasi, dan akademisi malah tertawa. Oh, cuma segitu toh akhirnya kalian berdua," ucap Roy.
Dengan nada keras, Roy menyebut sikap Eggi dan Damai tersebut tidak mencerminkan semangat perjuangan. "Itu bukan pejuang namanya, tapi pecundang," tegasnya.
Bantah Isu Pecah Kongsi dan Soroti Kehadiran Polisi Aktif
Terkait isu pecah kongsi, Roy Suryo membantah adanya perpecahan. Ia menegaskan sejak awal memang tidak pernah berada dalam satu tim kuasa hukum dengan Eggi Sudjana.
Roy kemudian menyoroti hal yang menurutnya paling krusial. Ia mendesak Eggi Sudjana untuk mengungkap siapa saja pihak lain yang hadir dalam pertemuan di Solo. "Yang ketiga dan paling penting, Eggi harus jujur menyebutkan siapa orang lain yang ada di dalam pertemuan itu," tegas Roy.
Menurut Roy, berdasarkan informasi yang disampaikan Eggi, terdapat dua polisi aktif yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Padahal, kedua polisi itu disebut sedang menangani perkara yang berjalan. "Itu tidak boleh. Pak Prabowo harus tertibkan anggota ini, atau Kapolri harus tertibkan. Tidak boleh ada polisi aktif yang sedang menangani perkara ikut serta. Apa tujuannya?" pungkas Roy.
Artikel Terkait
Mahfud MD Desak Evaluasi Terbuka Program Makan Bergizi Gratis
Relawan Prabowo-Gibran Dukung Penyelesaian Kasus Ijazah Palsu Rismon Sianipar via Restorative Justice
Mantan Ketua PN Depok Gugat KPK via Praperadilan Usai OTT Suap Lahan
Koalisi Sipil Soroti Respons Prabowo Usai Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS