Analisis Pengamat: Lagu Viral MBG Bisa Dorong Bahlil Jadi Penantang Prabowo di Pilpres 2029

- Rabu, 10 Juni 2026 | 00:50 WIB
Analisis Pengamat: Lagu Viral MBG Bisa Dorong Bahlil Jadi Penantang Prabowo di Pilpres 2029
PARADAPOS.COM - Peta politik menuju Pilpres 2029 mulai menunjukkan konfigurasi baru yang dinilai bakal menghadang ambisi Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan dua periode. Pengamat politik dari Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, menilai manuver Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia tidak bisa dianggap enteng, terutama setelah fenomena lagu ‘MBG’ (Mas Bahlil Ganteng) viral di media sosial dan ikut mendongkrak popularitasnya.

Lagu Viral dan Dampaknya pada Elektabilitas

Fenomena lagu ‘MBG’ yang ramai diperbincangkan di berbagai platform digital dinilai bukan sekadar hiburan semata. Menurut Hasyibulloh, tren ini bisa menjadi batu loncatan politik yang serius bagi Bahlil. “Apabila musik dan meningkatnya popularitas Bahlil saat ini dengan adanya lagu MBG, Bahlil bisa masuk dalam bursa Capres atau Cawapres di Pilpres 2029 mendatang,” tutur Hasyibulloh saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Dalam pandangannya, Bahlil kini muncul sebagai figur yang potensial menyaingi Prabowo. Bahkan, ia membuka kemungkinan skenario di mana Prabowo mau tidak mau harus menggandeng Bahlil sebagai calon wakil presiden untuk mengamankan suara.

Bahlil dan Skenario Kuda Hitam

Lebih jauh, Hasyibulloh juga menyoroti peluang kolaborasi antara Bahlil dengan Gibran Rakabuming Raka. Nama Gibran sendiri terus didorong oleh para loyalis Presiden Joko Widodo untuk maju dalam kontestasi lima tahun mendatang. “Munculnya Bahlil ini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan dalam pilpres 2029,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kombinasi antara Bahlil dan Gibran berpotensi menjadi pasangan yang sulit diprediksi. Keduanya dinilai memiliki modal yang saling melengkapi. “Tidak menutup kemungkinan Bahlil apabila berpasangan dengan Gibran sebagai cawapres di 2029 mendatang menjadi pasangan kuda hitam yang akan memberikan efek kejut politik dalam pemilu presiden 2029 mendatang,” jelasnya.

Kekuatan Modal dari Solo dan Golkar

Menurut Hasyibulloh, daya gedor duet ini tidak hanya berasal dari popularitas, tetapi juga dari sumber daya politik yang konkret. Ia menyebut adanya sinergi antara basis pendukung di Solo dan mesin politik Partai Golkar sebagai faktor penguat. “Bisa jadi, kekuatan ini (Gibran-Bahlil) hebat dalam segi modal logistik dari Solo dan kekuatan Golkar,” pungkas Hasyibulloh. Situasi ini, lanjutnya, membuat peta persaingan menuju 2029 semakin dinamis dan terbuka lebar, terutama jika koalisi-koalisi besar mulai terbentuk dalam waktu dekat.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar