Bahlil Dikabarkan Maju Pilpres 2029, Pengamat: Fokusnya Justru ke Pileg

- Rabu, 10 Juni 2026 | 03:25 WIB
Bahlil Dikabarkan Maju Pilpres 2029, Pengamat: Fokusnya Justru ke Pileg

PARADAPOS.COM - Perbincangan mengenai peta politik menuju Pilpres 2029 mulai menghangat, salah satunya menyoroti nama Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Meski popularitasnya melonjak berkat viralnya lagu “Mas Bahlil Ganteng” di media sosial, Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai belum ada indikasi kuat bahwa Bahlil tengah mempersiapkan diri untuk bertarung dalam kontestasi pemilihan presiden mendatang. Justru, sinyal yang ia tangkap dari pernyataan Bahlil lebih mengarah pada fokus untuk maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2029.

Viralitas Lagu dan Bonus Popularitas

Fenomena lagu bertema MBG yang mendadak populer di berbagai platform digital memang membawa angin segar bagi popularitas Bahlil. Namun, menurut Adi Prayitno, euforia ini tidak serta-merta bisa diterjemahkan sebagai ambisi politik menuju kursi RI-1. Ia melihat momentum ini lebih sebagai keuntungan sampingan yang menguntungkan secara personal dan partai.

“Saya kira tidak sejauh itu. Bahlil sudah mengunci tidak akan maju Pilpres dengan mengatakan mau maju Pileg pada 2029. Itu kode keras bahwa tidak ada atensi untuk urusan pencapresan,” kata Adi kepada RMOL, Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam pengamatannya, tren positif di media sosial memang menjadi modal berharga. “Soal lagunya Bahlil yang viral itu hanya bonus buat Bahlil secara personal. Itu membuat Bahlil dan Golkar makin populer dan makin banyak dibicarakan orang. Ini modal yang bagus,” ujarnya.

Spekulasi Pencapresan: Terlalu Dini atau Ada Celah?

Meski menepis anggapan bahwa Bahlil tengah membangun mesin politik untuk maju sebagai calon presiden, Adi tidak menutup kemungkinan adanya skenario lain. Menurutnya, panggung Pilpres 2029 tetap bisa dimasuki Bahlil, namun dengan satu syarat utama: restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Bahlil bisa maju Pilpres 2029 jika diminta Prabowo. Misalnya diminta Prabowo sebagai calon wakilnya,” jelas Adi.

Ia menekankan bahwa skenario tersebut jauh lebih realistis ketimbang membayangkan Bahlil akan berseberangan dengan Prabowo dalam kontestasi nanti. Posisi Bahlil saat ini, lanjut Adi, lebih strategis jika ditempatkan sebagai figur penguat koalisi pemerintahan dan motor konsolidasi internal Partai Golkar.

Dengan demikian, berbagai spekulasi yang menghubungkan popularitas dadakan Bahlil dengan ambisi pencapresan dinilai masih terlalu prematur. Belum ada peta jalan yang jelas menuju istana, setidaknya hingga ada sinyal resmi dari pucuk pimpinan koalisi.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar