PARADAPOS.COM -Ribuan buruh bakal berunjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/12).
Menurut Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, ada tiga isu yang akan disampaikan serikat buruh saat unjuk rasa itu.
"Pertama, terkait isu kenaikan upah, kedua tolak omnibus law cipta kerja, dan ketiga stop perang Israel-Palestina," papar Said Iqbal, saat konferensi pers via Zoom, Jumat (15 /12).
Pada saat unjuk rasa digelar, tambah Said, bertepatan dengan sidang perdana uji materiil UU Cipta Kerja, yang telah didaftarkan Partai Buruh ke MK, awal Desember lalu.
Lebih lanjut Said Iqbal juga menyinggung soal upah minimum regional (UMR) yang naik, tapi dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup para buruh.
"Kami minta revisi SK Gubernur yang menaikkan upah sebesar 3,6 persen, kami minta revisi, karena nombok Rp10 juta. Berdasar survei, biaya hidup saat ini Rp15 juta-Rp16 juta, sedangkan saat ini upah Rp5 juta-Rp 6 juta paling tinggi. Kita nombok semua," sesalnya.
Selain Gedung MK, Serikat Buruh yang lain juga menggelar aksi besar, tujuannya istana negara dan Kedubes AS.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD