PARADAPOS.COM - Sebuah momen dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto itu, posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak berada di samping sang presiden, melainkan duduk berbaur di barisan para menteri. Kejadian ini sontak memicu beragam tafsir dari warganet yang melihatnya sebagai sinyal politik yang cukup kuat.
Posisi Duduk yang Berubah
Biasanya, dalam forum-forum resmi kenegaraan, Wakil Presiden selalu menempati kursi di sebelah kanan atau kiri Presiden sebagai simbol hierarki dan kedekatan. Namun, dalam sidang kabinet kali ini, tata letak tempat duduk berbeda. Gibran terlihat duduk sejajar dengan menteri-menteri lainnya, sebuah pemandangan yang jarang terjadi dan langsung menarik perhatian publik.
Reaksi Warganet: Antara Sinyal dan Spekulasi
Unggahan dari akun Instagram RMOL pada Selasa, 21 Juli 2026, menjadi pemicu ramainya diskusi. Warganet ramai-ramai memberikan komentar, sebagian besar menafsirkan perubahan posisi ini sebagai kode keras bahwa Gibran mulai dijauhkan dari pusaran kekuasaan.
“Mungkin ini sudah merupakan salah satu sinyal dari Presiden itu sendiri dan tentunya masyarakat yang menonton video ini juga memiliki penafsiran yang berbeda,” tulis akun @muhammad.priono.
“Memang sdh sepantasnya dijauhkan dari Prabowo,” timpal akun @febribobhakim.
“Kayak berasa gak dianggap..seperti diberi jarak, pertanda apakah ini..?” tukas akun @nafrysoldiers.
“Cm hadir sbg pelengkap..” tandas akun @ahmadi10.
Suara Lain yang Membela
Di tengah derasnya kritik dan spekulasi, tidak sedikit pula warganet yang mencoba melihat sisi lain dari kejadian ini. Mereka menilai bahwa urusan posisi duduk bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan.
“Posisi tempat duduk pejabat tidak penting, yg penting posisi Indonesia semakin maju dan berkembang,” tulis akun @i.c.salasa.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mendapatkan 997 tanda suka dan 186 komentar dari netizen, menunjukkan betapa besarnya perhatian publik terhadap dinamika di pucuk pimpinan nasional.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Prabowo Sebut Kondisi Negara Sudah Rusak Parah, Singgung Salah Urus Sejak Era 1990-an
Sidang Etik Enam Pimpinan KPU Digelar, Satu Anggota DKPP Absen karena Kasus Helikopter
Gibran Duduk di Barisan Menteri Saat Rapat Kabinet, Publik Berspekulasi
Jokowi Kumpulkan Delapan Teman Kuliah Jelang Sidang, Kubu Roy Suryo Kritik Potensi Pengkondisian Saksi