PARADAPOS.COM - Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai mundurnya Nanik Sudaryati Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 8 Juni 2026 membuka peluang bagi pemerintah untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengunduran diri yang terjadi hanya sekitar satu bulan setelah Nanik menjabat ini dinilai mengejutkan publik dan memicu spekulasi di berbagai kalangan.
Masa Jabatan Singkat yang Mengundang Tanya
Keputusan Nanik untuk meninggalkan posisi strategis tersebut terbilang mendadak. Fernando Emas mengakui, publik tentu bertanya-tanya mengapa seorang pejabat yang baru dilantik memilih mundur dalam waktu singkat. Ia menilai alasan kesehatan yang disampaikan Nanik—yakni perawatan sakit jantung—masih menyisakan keraguan.
“Saya yakin banyak pihak tidak percaya kalau pengunduran dirinya karena alasan perawatan sakit jantung seperti yang dikemukakan,” ujar Fernando, Rabu (22/6/2026).
Menurutnya, ada kemungkinan faktor lain yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Salah satu spekulasi yang berkembang adalah adanya evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya di BGN, termasuk saat Nanik bersama Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung memimpin lembaga tersebut.
“Mungkin ada yang curiga bahwa pengunduran dirinya atas permintaan Prabowo Subianto karena memiliki ‘dosa’ masa lalu ketika masih bersama-sama memimpin BGN,” kata Fernando.
Pergantian Pimpinan sebagai Momentum Pembenahan
Meski menimbulkan tanda tanya, Fernando justru melihat sisi positif dari pergantian ini. Ia menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan program MBG, terutama dari sisi tata kelola dan pengawasan. Tidak lama setelah Nanik menyatakan mundur, Presiden Prabowo Subianto langsung menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai pengganti.
Cepatnya penunjukan pengganti, menurut Fernando, mengindikasikan bahwa proses ini telah dipersiapkan jauh-jauh hari.
“Melihat kesiapan tersebut, kemungkinan prosesnya sudah terjadi beberapa waktu sebelum diumumkan pengunduran diri Naniek,” tuturnya.
Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Fernando berharap Sudaryono mampu membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan BGN. Ia menekankan pentingnya pembenahan di beberapa aspek krusial, mulai dari ketepatan sasaran penerima manfaat, pemenuhan standar gizi dalam setiap menu yang disajikan, hingga penguatan sistem pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan anggaran.
“Saya berharap Sudaryono akan mampu menjalankan tugasnya sebagai kepala BGN dengan melakukan berbagai terobosan untuk pelaksanaan agar tepat sasaran dan menu sajian MBG sesuai dengan standar yang ditentukan serta meminimalisir penyelewengan anggaran,” pungkas Fernando.
Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah dan kelompok rentan.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN karena Kesehatan, Jabatan Komisaris Pertamina Dipertanyakan
Posisi Duduk Gibran Tak Semeja dengan Prabowo di Sidang Kabinet Picu Spekulasi, Istana Beri Klarifikasi
IPW Kritik Kejaksaan Agung Tak Tahan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Desak Presiden Berhentikan Jaksa Agung
Gibran Tak Duduk Sejajar dengan Prabowo di Sidang Kabinet, Mensesneg: Itu Hanya Soal Teknis