Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Kupang, Ingatkan Kader agar Selalu Hadir dan Bantu Selesaikan Masalah Warga

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 00:00 WIB
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Kupang, Ingatkan Kader agar Selalu Hadir dan Bantu Selesaikan Masalah Warga

PARADAPOS.COM - Mantan Presiden Joko Widodo menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar para kader partai selalu hadir di tengah masyarakat dan aktif membantu menyelesaikan persoalan warga. Jokowi juga menyinggung mekanisme penyelesaian masalah secara berjenjang, dari tingkat kader hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP), serta melontarkan candaan tentang kemungkinan meminta bantuan langsung kepadanya di Solo.

Suasana hangat tampak menyelimuti pertemuan tersebut. Para kader yang memadati lokasi rakorda menyambut kehadiran Jokowi dengan antusias. Ini menjadi momen tersendiri bagi PSI NTT, mengingat sosok Jokowi yang dikenal luas sebagai negarawan dengan pengalaman panjang di pemerintahan, mulai dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode memimpin Indonesia.

Kader Diminta Jadi Garda Terdepan

Dalam arahannya, Jokowi menekankan bahwa kehadiran kader partai di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, kader harus mampu menjadi pendengar yang baik atas keluhan warga. Ia mengingatkan bahwa tugas utama partai adalah hadir untuk rakyat, bukan hanya saat masa kampanye atau menjelang pemilihan umum.

“Dengarkan keluhan-keluhan mereka, bantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” kata Jokowi di hadapan para peserta rakorda.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dengan nada tegas namun tetap bersahabat. Ia seolah ingin menanamkan kesadaran bahwa kerja politik sesungguhnya dimulai dari hal-hal kecil di lapangan. Menurutnya, kader yang dekat dengan rakyat akan lebih mudah memahami akar persoalan yang terjadi.

Penyelesaian Masalah Secara Berjenjang

Lebih lanjut, Jokowi memaparkan pentingnya alur penyelesaian masalah yang sistematis dalam struktur partai. Ia menjelaskan bahwa tidak semua persoalan harus langsung ditangani oleh pengurus pusat. Ada mekanisme yang seharusnya berjalan sesuai tingkatan organisasi.

“Kalau bisa selesaikan sendiri, kalau nggak bisa disampaikan dan minta bantuan pada Ketua DPD, kalau nggak bisa minta bantuan kepada Ketua DPW, kalau nggak bisa lagi ke DPP,” jelasnya.

Paparan tersebut menggambarkan pemahaman Jokowi tentang dinamika organisasi partai yang ia serap selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia politik. Ia menilai, dengan alur yang jelas, setiap persoalan bisa ditangani lebih cepat dan tepat sasaran. Hal ini juga mengajarkan kader untuk tidak bergantung sepenuhnya pada instruksi dari atas.

Gurauan di Akhir Arahan

Suasana rakorda yang semula serius berubah menjadi cair menjelang akhir pidato. Jokowi melontarkan candaan yang spontan disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari para kader yang hadir. Ia mengisyaratkan bahwa apabila semua jalur organisasi sudah ditempuh dan belum membuahkan hasil, kader masih punya opsi lain.

“Kalau nggak bisa lagi ke Solo juga nggak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo,” kelakar Jokowi yang langsung disambut riuh rendah para peserta.

Gurauan itu sontak mencairkan suasana. Meski hanya candaan, pesan yang tersirat cukup jelas: Jokowi tetap membuka ruang komunikasi dengan kader partai, meski ia tak lagi menjabat sebagai presiden. Kehangatan yang terpancar dari interaksi tersebut menunjukkan hubungan yang dekat antara mantan kepala negara dan kader partai di daerah.

Rakorda PSI di Kupang ini menjadi salah satu agenda penting bagi partai tersebut dalam memperkuat struktur organisasi di wilayah timur Indonesia. Kehadiran Jokowi tentu memberikan semangat tersendiri bagi para kader yang selama ini bekerja di lapangan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar