Dokter Tifa Ungkap Temuan Baru: Indikasi Dua Joko Widodo dalam Polemik Ijazah

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:25 WIB
Dokter Tifa Ungkap Temuan Baru: Indikasi Dua Joko Widodo dalam Polemik Ijazah

PARADAPOS.COM - Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat ke permukaan. Hal ini menyusul pernyataan Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa, tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik, yang mengaku menemukan kejanggalan data setelah melakukan pengkajian selama kurang lebih 450 hari. Temuan sementara itu, menurutnya, mengarah pada dugaan adanya dua sosok berbeda dengan nama yang sama, sebuah hipotesis yang masih ia dalami dan akan diuji dalam proses persidangan yang tengah berjalan.

Di tengah hiruk-pikuk proses hukum yang belum usai, perhatian publik kembali tertuju pada klaim-klaim yang dilontarkan oleh Dokter Tifa. Ia bukan sekadar berpendapat, melainkan membawa sejumlah dokumen yang disebutnya sebagai barang bukti autentik. Salah satunya adalah buku alumni yang menurut pengakuannya pernah dijadikan rujukan oleh pihak yang meyakini keaslian ijazah Jokowi, justru karena di dalamnya memuat nama tersebut.

Fokus pada Karakteristik Visual, Bukan Sekadar Nama

Dalam penjelasannya, Dokter Tifa menegaskan bahwa timnya tidak berkutat pada sekadar nama yang tercantum dalam buku alumni. Ia mengaku timnya menggunakan metode analisis yang lebih mendalam, menyoroti detail-detail fisik yang terekam dalam dokumen dan foto.

"Ini buku alumni, autentik, asli. Dulu justru dijadikan bukti karena di halaman 280 ada nama Joko Widodo," katanya.

Ia kemudian melanjutkan, "Yang kami lihat bukan namanya, tetapi kumis, kacamata, bentuk rahang, dan jarak mata."

Metode tersebut, jelasnya, merupakan bagian dari protokol analisis yang digunakan timnya untuk mengkaji berbagai dokumen dan foto yang berkaitan dengan polemik ini. Dari situlah, dugaan awal mengenai perbedaan data mulai mengemuka, meski ia enggan menyebutnya sebagai kesimpulan final.

Hipotesis Dua Joko Widodo dan Rencana Penelusuran

Dokter Tifa mengungkapkan bahwa hasil kajian sementara timnya menunjukkan adanya inkonsistensi data yang cukup signifikan. Perbedaan itu terutama terkait asal sekolah menengah atas yang tercantum dalam dokumen yang ia pegang.

"Saya belum bilang ini tesis, masih hipotesis. Kalau di sini tertulis asal SLTA Jokowi adalah SMA 6 Yogyakarta. Berarti ada dua Joko Widodo. Jadi investigasinya harus ditelusuri lagi," ungkapnya.

Untuk menguji hipotesis tersebut, langkah selanjutnya yang direncanakan adalah menelusuri jejak pendidikan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Tak berhenti di situ, timnya juga akan mencoba melacak data penerimaan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1980, untuk melihat apakah ada lebih dari satu mahasiswa dengan nama yang sama pada angkatan tersebut.

"Mulai dari SMA 6 Yogyakarta, kami akan mencari data di dinas pendidikan. Lalu ditelusuri juga pada 1980 UGM menerima berapa mahasiswa bernama Joko Widodo," imbuhnya.

Ia pun kembali menegaskan poin penting yang menjadi dasar perlunya penelusuran lebih lanjut. "Ada dua Joko Widodo. Yang satu mengaku alumni SMA 6 Surakarta, sementara di sini ada eviden SMA 6 Yogyakarta. Nah, yang mana ini yang jadi presiden?" tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi masih bergulir di ranah hukum. Terbaru, Dokter Tifa telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menguji sah atau tidaknya penghentian penuntutan atas kasus yang menjeratnya. Sidang perdana atas permohonan tersebut dijadwalkan akan digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar