PARADAPOS.COM - Perbedaan respons publik terhadap safari politik Anies Baswedan dan Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan. Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menilai Anies tidak memicu protes karena tak pernah menyatakan akan kembali menjadi warga biasa setelah tak menjabat, berbeda dengan pernyataan Jokowi yang sempat menimbulkan reaksi. Pernyataan ini muncul di tengah pengamat politik Adi Prayitno yang mengamati dua aktivitas utama Anies pasca Pilpres 2024, yaitu mengisi forum diskusi dan membangun jembatan di sejumlah daerah.
Perbincangan ini ramai di jagat maya, terutama di kalangan pendukung kedua tokoh. Chusnul, melalui akun X pribadinya, melontarkan kritik tajam terhadap kelompok yang ia sebut sebagai "Termul" atau singkatan dari Ternak Mulyono. Ia menyayangkan sikap kelompok tersebut yang mempertanyakan mengapa safari politik Anies tidak mendapat penolakan, padahal menurutnya ada perbedaan mendasar dalam sikap kedua tokoh tersebut.
Kritik Tajam untuk "Termul"
Chusnul dengan tegas menyebut bahwa Anies tidak pernah mengeluarkan pernyataan akan kembali ke Solo sebagai rakyat biasa, sebuah sindiran halus yang merujuk pada pernyataan Jokowi sebelumnya. Menurutnya, kelompok pendukung Jokowi lupa akan hal ini. "Anies safari politik, termul ga terima, katanya Anies safari politik kok ga ada yang protes ya.. Termul lupa kalo Anies ga pernah bikin pernyataan, saya akan kembali ke Solo sebagai rakyat biasa," tulisnya di akun X, dikutip pada Senin (8/8).
Lebih lanjut, Chusnul menegaskan bahwa jika Anies kembali dengan ambisi menjadi calon presiden, hal itu bukanlah sebuah kesalahan. Ia juga menambahkan pernyataan yang cukup pedas, "Saya ga bela Anies, cuma betulkan cara berpikir termul yang otaknya cuma 1,9%," tandasnya. Pernyataan ini tentu saja memicu beragam reaksi dari warganet, baik yang setuju maupun yang menentang.
Dua Aktivitas Anies Pasca Pilpres
Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno memiliki pandangan yang lebih terstruktur. Ia menilai bahwa setelah kekalahan di Pilpres 2024, Anies Baswedan menjalani dua aktivitas utama yang bersifat sosial dan politik. Pengamatan ini memberikan perspektif berbeda dari sekadar perdebatan di media sosial.
Aktivitas pertama yang disorot adalah keaktifan Anies dalam mengisi forum-forum diskusi publik. Mulai dari perguruan tinggi negeri hingga forum internasional, Anies terlihat konsisten hadir. Adi menilai hal ini sangat sesuai dengan latar belakang Anies sebagai seorang intelektual. "Dan itu adalah sesuai dengan style politik Pak Anies Baswedan yang memang berlatar belakang intelektual besar di dunia kampus, pernah jadi rektor," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip pada Jumat (7/8).
Menurut Adi, wajar jika publik melihat Anies banyak hadir dalam forum-forum diskusi, baik yang dilaksanakan oleh kampus maupun non-kampus, di dalam maupun luar negeri. Hal ini dianggap sebagai cara Anies untuk tetap relevan dan berkontribusi dalam percaturan pemikiran nasional.
Jembatan Titian Persatuan
Aktivitas kedua yang tak kalah menarik adalah pembangunan sejumlah jembatan yang diberi nama Jembatan Titian Persatuan di berbagai daerah. Adi menilai bahwa langkah ini dianggap publik sebagai tindakan politik yang nyata dan partisipatoris. Ini adalah cara Anies untuk hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya melalui diskusi intelektual tetapi juga aksi nyata.
"Beberapa waktu yang lalu kalau tidak salah Pak Anies Baswedan juga sempat meresmikan jembatan yang ada di Pandeglang di Banten sana. Kemudian di Karangtengah di Jawa Tengah, kemudian ada di Aceh Tengah beberapa waktu yang lalu," ungkapnya. Rangkaian peresmian jembatan ini seolah menjadi bukti bahwa Anies terus bergerak dan membangun kedekatan dengan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, sebuah strategi yang kerap kali dipandang sebagai persiapan menuju kontestasi politik berikutnya.
Artikel Terkait
Jokowi Dinilai Masih Bersikap Seperti Presiden, Pengamat: Prabowo Terkesan Tak Berarti
Elektabilitas PSI Stagnan di 1,9 Persen meski Jokowi Gencar Safari Politik
KPU RI Belum Beri Jawaban soal Arsip Ijazah Jokowi yang Hilang, Pelapor Siapkan Gugatan Citizen Lawsuit
Analis: Presiden Diminta Tunda Pergantian Kapolri demi Hindari Tafsir Politik Negatif