Prabowo Beri Sinyal Perang terhadap Mafia Pemerintahan, Efek Kejut untuk Pemberantasan Korupsi
Pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto yang menolak keberadaan mafia di dalam pemerintahan dinilai sebagai sinyal positif. Langkah ini dianggap dapat memberikan efek kejut atau shock therapy dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Menurut Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika, latar belakang Prabowo sebagai seorang jenderal mendukung langkah beraninya tersebut. "Dalam konteks shock therapy saya yakin Pak Prabowo berani, kalau kita bicara latar belakang sebagai tentara, sebagai 'jenderal perang'," ujarnya.
Peringatan Saja Tidak Cukup, Diperlukan Langkah Konkret
Namun, harapan tidak berhenti pada pemberian peringatan saja. Prabowo sebagai kepala negara dituntut untuk mengambil langkah yang lebih konkret. Tujuannya agar perilaku koruptif dapat diberantas hingga ke akarnya, tidak hanya sekadar memberikan terapi kejut.
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Jokowi Diduga Tak Bisa Hidup Tenang Sebelum Kasus Hukum Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu: Kronologi Lengkap Kasus Ijazah Jokowi
Kontroversi Kelulusan Jokowi di UGM: Analisis 2 Pernyataan Berbeda Rektor Ova Emilia
Reshuffle Kabinet: Prabowo Ingin Lepas dari Geng Solo dengan Ganti Pratikno?