PBVSI Siapkan Naturalisasi Empat Pemain Brasil untuk Bidik Olimpiade 2032

- Minggu, 15 Maret 2026 | 19:25 WIB
PBVSI Siapkan Naturalisasi Empat Pemain Brasil untuk Bidik Olimpiade 2032

PARADAPOS.COM - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) tengah mempersiapkan proses naturalisasi empat pemain muda asal Brasil. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan jangka panjang untuk membangun tim nasional yang kompetitif, dengan target utama keikutsertaan di Olimpiade Brisbane 2032. Saat ini, federasi masih menyelesaikan tahapan administratif sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah.

Proses Administrasi dan Koordinasi dengan Pemerintah

Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengungkapkan bahwa rencana naturalisasi untuk dua pemain putra dan dua pemain putri tersebut masih dalam tahap persiapan dokumen. Setelah kelengkapan administrasi rampung, pembahasan akan dilanjutkan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra, dua putri. Sekarang kami lagi proses mempersiapkan administrasi dan dalam waktu dekat saya mau menghadap Menpora untuk membicarakan masalah ini,” jelas Imam Sudjarwo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Proses selanjutnya, usai pembahasan dengan pemerintah, akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku, termasuk pengajuan persetujuan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Target Jangka Panjang dan Motivasi untuk Atlet Lokal

Kebijakan naturalisasi ini tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan dirancang dengan visi yang jelas. Imam Sudjarwo menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas tim nasional secara keseluruhan dan menciptakan kedalaman skuad yang lebih baik. Kehadiran pemain naturalisasi diharapkan dapat memicu persaingan sehat dan memacu motivasi atlet lokal untuk terus berkembang.

“Kenapa harus naturalisasi? Tentu kami punya proses yang panjang yaitu kita ingin menuju ke Olimpiade Brisbane 2032. Sehingga kami mempersiapkan tim yang bagus itu yang pertama. Kemudian yang kedua supaya bisa membangun motivasi bagi atlet-atlet nasional,” ungkapnya.

Membidik Pemain Muda untuk Masa Depan

Untuk mendukung target Olimpiade delapan tahun mendatang, PBVSI secara khusus membidik pemain berusia sekitar 17 tahun. Pertimbangan usia muda ini memberikan waktu yang cukup panjang bagi federasi untuk melakukan pembinaan dan pengembangan, sehingga para pemain tersebut dapat mencapai puncak performa optimal tepat pada waktunya.

“Pokoknya umur yang masih muda yang kami ambil sehingga punya jangka panjang,” tutur Imam.

Komitmen terhadap Pembinaan Atlet Nasional

Di tengah rencana mendatangkan talenta asing, Imam Sudjarwo menekankan bahwa program naturalisasi ini tidak akan mengesampingkan atau menghambat pembinaan atlet dalam negeri. PBVSI tetap berkomitmen penuh pada pengembangan pemain lokal melalui berbagai program, seperti pengelolaan tim Jakarta Garuda Jaya dan pengiriman atlet muda ke kompetisi internasional.

“Kami juga tidak ingin mematikan dari atlet nasional. Tidak boleh. Kami boleh naturalisasi tetapi juga kami ada persentasenya,” tegasnya.

Kesiapan Pemain dan Rencana Tambahan Pelatih Asing

Lebih lanjut, Imam Sudjarwo menyatakan bahwa keempat calon pemain naturalisasi tersebut telah menyatakan kesediaan mereka untuk membela Indonesia. Meski demikian, proses akhir masih menunggu penyelesaian aspek administratif dan kajian regulasi.

“Pada intinya, empat ini sudah siap karena mereka sudah diinfokan dan mereka mau,” ujarnya.

Selain pemain, PBVSI juga berencana merekrut pelatih asal Brasil untuk memperkuat tim voli putra Indonesia. Langkah ini dinilai penting seiring dengan jadwal padat kejuaraan internasional yang akan dihadapi tim nasional pada tahun ini.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar