Kinerja PGN Triwulan III 2025: Pendapatan Tumbuh 3.8% Capai USD 2.9 Miliar
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina berhasil memperkuat fundamental bisnis dan menjaga stabilitas kinerja operasional menghadapi tantangan dinamika bisnis sepanjang Triwulan III 2025.
Strategi Mitigasi Risiko dan Penguatan Operasional
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman menjelaskan bahwa PGN menjaga kesinambungan pasokan energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan Pemerintah dan pemangku kepentingan strategis.
"Menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi pelanggan merupakan prioritas utama PGN. Kami menerapkan pengelolaan volume secara adaptif serta memperkuat kolaborasi lintas sektor," tegas Fajriyah melalui siaran pers di Jakarta, Minggu 2 November 2025.
Pencapaian Kinerja Keuangan Hingga September 2025
Hingga 30 September 2025, PGN mencatat pencapaian kinerja keuangan yang positif:
- Pendapatan: USD 2.9 miliar (naik 3.8%)
- Laba operasi: USD 383.1 juta
- EBITDA: USD 728.7 juta
- Laba bersih: USD 237.9 juta
- Belanja modal (CAPEX): USD 173.9 juta
Kinerja Operasional yang Menguat
Sepanjang Triwulan III 2025, kinerja operasional PGN menunjukkan pertumbuhan positif:
- Volume penjualan niaga gas bumi: 833.0 BBTUD
- Volume transmisi gas bumi: 1,622.3 MMSCFD
- Transportasi minyak: 173,801.2 BOEPD
- Lifting minyak dan gas: 16,892.4 BOEPD
- Regasifikasi LNG: 254.4 BBTUD
- Pemrosesan LPG: 119.2 metrik ton per hari
Ekspansi Basis Pelanggan dan Komitmen Sustainability
PGN berhasil menambah lebih dari 6,600 pelanggan baru dengan total pelanggan mencapai 823,266. Dari segi sustainability, PGN merealisasikan dekarbonisasi sebesar 28,387 tCO2eq melalui efisiensi energi.
Dukungan Penuh dari Pertamina
Vice President Corporate Communications PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menegaskan komitmen mendukung subholding dan anak usahanya untuk memperkuat kinerja operasional dan keuangan secara berkelanjutan.
"Meningkatnya kinerja Subholding Gas akan berkontribusi bagi kinerja Perseroan dalam melayani kebutuhan gas nasional," pungkas Fadjar.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat