Menkop Ferry Juliantono: Semangat Cokroaminoto Bangun Koperasi Indonesia
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa semangat tokoh besar Syarikat Islam Cokroaminoto dalam berkoperasi terus mengilhami dakwah ekonomi di Indonesia. Menkop menekankan pentingnya koperasi sebagai solusi strategis untuk melawan penindasan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan bersama, khususnya bagi petani dan pedagang kecil.
Hal ini disampaikan Ferry saat memberikan pembekalan bagi peserta Rakernas II Syarikat Islam di Jakarta, Selasa malam, 4 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Menkop mengajak Syarikat Islam untuk bersama-sama membesarkan gerakan koperasi di Indonesia sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Dukungan Pengembangan Koperasi Syariah
Ferry juga menyampaikan dukungan penuh kepada Syarikat Islam untuk membentuk dan mengembangkan koperasi yang berlandaskan prinsip syariah. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi umat secara signifikan.
"Saya mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk membesarkan kembali koperasi sebagai badan usaha yang merupakan perwujudan dari ekonomi konstitusi, yaitu ekonomi Pancasila," tegas Menkop.
Program Strategis Koperasi Desa Merah Putih
Sebagai bentuk konkret dari amanah presiden, pemerintah akan membangun lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan koperasi yang selama puluhan tahun tertinggal dari badan usaha lain seperti BUMN dan swasta.
Menkop mengakui bahwa setelah krisis moneter 1998, Indonesia menandatangani Letter of Intent dari IMF yang memaksa sistem ekonomi diserahkan kepada mekanisme pasar bebas. Kondisi ini menyebabkan negara tidak dapat mengatur sistem dan praktik ekonomi secara optimal.
Perjuangan Melawan Marginalisasi Ekonomi
"Disitulah terjadi proses memarginalisasi dari pelaku-pelaku yang kecil termasuk di dalamnya adalah koperasi," ucap Menkop menjelaskan dampak dari kebijakan tersebut.
Ferry meyakini bahwa program strategis pemerintah dalam membangun koperasi saat ini sejalan dengan perjuangan tokoh-tokoh Syarikat Dagang Islam di masa lalu. "Sama persis, di mana kita menolak kolonialisme, menolak dominasi asing, menolak penguasaan oleh segelintir orang," tandasnya.
Dengan semangat yang sama seperti Cokroaminoto, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia dan mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Harga Emas Antam Turun Rp 26.000/Gram Hari Ini! Cek Daftar Lengkap Semua Pecahan