The Ning King Meninggal Dunia: Pendiri Alam Sutera & Miliarder Indonesia Tutup Usia

- Minggu, 02 November 2025 | 18:05 WIB
The Ning King Meninggal Dunia: Pendiri Alam Sutera & Miliarder Indonesia Tutup Usia

The Ning King Meninggal Dunia: Pendiri Alam Sutera Tutup Usia di Singapura

Kabar duka datang dari dunia properti Indonesia. The Ning King, pengusaha nasional dan pendiri Grup Alam Sutera, meninggal dunia pada Minggu, 2 November 2025. Berita kepergian tokoh properti ternama ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak keluarga dan manajemen Alam Sutera Group.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Alam Sutera Group menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam. "Turut Berduka Cita Atas berpulangnya Bapak The Ning King, Pendiri Argo Manunggal Group (25 Mei 1932 – 2 November 2025). Segenap keluarga besar Alam Sutera Group menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya," tulis pernyataan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima, The Ning King menghembuskan napas terakhirnya di Singapura pada usia 94 tahun. Pendiri Kota Alam Sutera ini merupakan putra Bandung, lahir pada 20 April 1931.

The Ning King dikenal sebagai salah satu miliarder Indonesia. Namanya pernah masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2017. Kala itu, kekayaannya tercatat mencapai USD450 juta atau setara dengan Rp6,4 triliun.

Selain dikenal sebagai pendiri PT Alam Sutera Realty Tbk, The Ning King juga tercatat sebagai pemegang saham di PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST). Perjalanan kariernya yang panjang justru tidak dimulai dari bisnis properti.

The Ning King memulai karier bisnisnya dari industri tekstil di Bandung, Jawa Barat. Ia kemudian pindah ke Jakarta dan membuka toko tekstil kecil di kawasan Jalan Pintu Kelinci, Jakarta Pusat. Salah satu prinsip bisnisnya yang terkenal adalah kecintaannya pada produk dalam negeri.

Dia dikenal konsisten menyematkan label 'Buatan Indonesia' pada setiap produk tekstil yang dihasilkan pabrik kecilnya dahulu. Komitmennya terhadap produk lokal ini menjadi bagian dari filosofi bisnis yang dibawanya hingga sukses membangun kerajaan properti Alam Sutera.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar