Viral Isu Pertalite Bercampur Air di Jatim, Diduga Rekayasa Sistematis

- Minggu, 02 November 2025 | 23:30 WIB
Viral Isu Pertalite Bercampur Air di Jatim, Diduga Rekayasa Sistematis

Isu Pertalite Bercampur Air di Jatim Diduga Rekayasa Sistematis

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menyatakan kecurigaan adanya rekayasa dalam kasus isu Pertalite bercampur air yang viral di Jawa Timur. Menurut analisanya, kejadian ini bukan murni kesalahan teknis melainkan upaya sistematis membangun opini negatif terhadap kualitas BBM Pertamina.

Pola Narasi Sistematis di Media Sosial

Ferdinand mengungkapkan pola mencurigakan dimana narasi buruknya kualitas bahan bakar Pertamina terus dihembuskan secara masif. "Saya melihat ada upaya sistematis untuk membangun persepsi publik seolah-olah BBM Pertamina bermasalah," tegasnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Kejanggalan Metode Pengambilan Sampel

Kasus ini bermula dari viralnya video kendaraan mogok usai mengisi Pertalite. Namun Ferdinand menyoroti metode pengambilan sampel yang tidak standar. "Banyak sampel ditemukan di luar SPBU menggunakan botol air mineral, padahal cara pengambilan itu tidak benar," jelasnya. Sisa air dalam botol bisa mencemari sampel dan menciptakan kesan BBM terkontaminasi.

Desakan Investigasi Menyeluruh

EWI mendesak kepolisian melakukan investigasi komprehensif dengan memeriksa:

  • Konsumen yang kendaraannya mogok
  • Bengkel penanganan kendaraan bermasalah
  • Sampel langsung dari SPBU terkait

Kualitas Pertalite Terbukti Standar

Hasil pemeriksaan PT Pertamina Patra Niaga bersama Lemigas Kementerian ESDM membuktikan tidak ada kontaminan air dalam Pertalite di Jatim. Pemeriksaan mencakup 300 SPBU dengan metode:

  • Uji pasta air
  • Pengecekan densitas
  • Standar visual clarity

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan, "Sejauh ini kita tidak menemukan indikasi kontaminan dalam produk tersebut."

Desakan Tindakan Hukum

Ferdinand mendesak Pertamina mengambil langkah hukum terhadap pihak yang diduga merekayasa isu ini. Tindakan ini penting untuk mengungkap aktor di balik rekayasa dan menghentikan penyebaran opini menyesatkan di masyarakat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler