Harry Latif Mundur dari Adira Finance: Efektif 31 Oktober 2025, Ini Profil dan Alasannya

- Senin, 03 November 2025 | 03:25 WIB
Harry Latif Mundur dari Adira Finance: Efektif 31 Oktober 2025, Ini Profil dan Alasannya

Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latif Mengundurkan Diri

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mengumumkan pengunduran diri Harry Latif dari posisi Direktur Portofolio perusahaan. Pengunduran diri ini efektif mulai 31 Oktober 2025.

Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Veronika Puspitaningrum, menyatakan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri Harry Latif. Meskipun alasan pengunduran diri tidak diungkapkan secara spesifik, proses selanjutnya akan mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Proses Pengunduran Diri dan RUPS

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, keputusan final mengenai pengunduran diri Harry Latif akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 33 Tahun 2014.

Perjalanan Karir Harry Latif di Adira Finance

Harry Latif memiliki perjalanan karir yang panjang di Adira Finance. Bergabung sejak 2015, ia mengawali kariernya sebagai Deputi Direktur Divisi 2W/4W Sales Financing. Sebelum akhirnya diangkat menjadi Direktur pada tahun 2020, Harry sempat menduduki beberapa posisi strategis, termasuk Head of Retail Car Financing dan Chief of Sales Portfolio Officer.

Pengalaman Profesional Sebelumnya

Sebelum bergabung dengan Adira Finance, Harry Latif memiliki pengalaman eksekutif yang mumpuni di industri otomotif dan keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Istana Mitra Sendani, dealer mobil Honda, dari 2012 hingga 2015. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Deputi Direktur PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) pada periode 2011-2012.

Karir profesionalnya diawali di bidang penjualan dengan bekerja di perusahaan-perusahaan ternama seperti PT Astra Honda Motor (AHM), PT Viar Motor Indonesia, dan Honda.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar