Harga Minyak Dunia Menguat: OPEC+ Tunda Rencana Kenaikan Produksi hingga 2026

- Senin, 03 November 2025 | 04:50 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat: OPEC+ Tunda Rencana Kenaikan Produksi hingga 2026

Harga Minyak Dunia Menguat, OPEC Tunda Rencana Kenaikan Produksi 2026

Harga minyak dunia menunjukkan penguatan pada perdagangan Senin, 3 November 2025, menyusul keputusan penting OPEC untuk menunda rencana kenaikan produksi minyak pada awal tahun depan.

Berdasarkan data pasar, harga minyak mentah Brent mengalami kenaikan sebesar 47 sen atau 0.7 persen menjadi 65.24 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI juga menguat 45 sen atau 0.74 persen ke level 61.43 Dolar AS per barel.

Keputusan Produksi OPEC

Kelompok produsen minyak OPEC memutuskan untuk mempertahankan peningkatan produksi sebesar 137.000 barel per hari pada Desember 2025, mengikuti pola yang sama dengan bulan Oktober dan November.

Yang lebih signifikan, delapan negara anggota OPEC akan menunda peningkatan produksi untuk periode Januari hingga Maret 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor musiman dan kondisi pasar global yang masih belum pasti.

Analisis Pasar Energi

Helima Croft, analis energi terkemuka dari RBC Capital, mengungkapkan bahwa keputusan OPEC mencerminkan sikap kehati-hatian organisasi tersebut dalam menghadapi ketidakpastian pasokan minyak dunia.

"Terdapat banyak alasan untuk bersikap hati-hati mengingat ketidakpastian mengenai kondisi pasokan di kuartal pertama dan antisipasi melemahnya permintaan," jelas Croft.

Analis juga menyoroti peran Rusia sebagai faktor penting yang masih tidak menentu. Situasi ini diperparah dengan adanya sanksi baru dari Amerika Serikat terhadap perusahaan minyak besar Rusia seperti Rosneft dan Lukoil, serta serangan yang terus berlangsung terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

Dampak pada Pasar Minyak Global

Keputusan OPEC untuk menunda kenaikan produksi ini diperkirakan akan memberikan dukungan lebih lanjut bagi harga minyak dunia di tengah ketidakpastian permintaan global dan gangguan pasokan yang berpotensi terjadi pada kuartal pertama tahun depan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler