Inflasi Oktober 2025: Telur dan Daging Ayam Jadi Penyumbang Utama
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras menjadi kontributor utama inflasi pada Oktober 2025. Kenaikan harga kedua bahan pangan pokok ini dipicu oleh kombinasi faktor permintaan dan biaya produksi.
Faktor Pemicu Inflasi Telur dan Daging Ayam
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa inflasi terjadi akibat beberapa faktor kunci. Lonjakan permintaan dari program pemerintah, termasuk pasokan untuk program SPPG, diduga menjadi salah satu pemicu kenaikan harga.
Data BPS mencatat inflasi yang signifikan pada kedua komoditas:
Telur ayam ras: 4,43%
Daging ayam ras: 1,13%
Dampak Program Pemerintah dan Biaya Produksi
Meski tidak disebutkan secara eksplisit, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diindikasikan mempengaruhi kenaikan permintaan. Selain itu, faktor biaya produksi turut mendorong inflasi, termasuk:
- Kenaikan harga DOC (day-old-chick)
- Kenaikan harga live bird (ayam hidup)
- Kenaikan harga jagung pakan di beberapa wilayah
Harga Pangan Strategis Nasional Terkini
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS):
- Harga daging ayam: Rp37.450 per kg (masih di bawah HAP Rp40.000)
- Harga telur ayam: Rp30.850 per kg (masih di bawah HAP Rp40.000)
BPS menegaskan bahwa dampak spesifik program MBG terhadap inflasi tidak dapat dihitung secara statistik dalam metode penghitungan inflasi yang berlaku.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat