Inflasi Oktober 2025: Telur dan Daging Ayam Jadi Penyumbang Utama, Ini Penyebabnya

- Senin, 03 November 2025 | 09:30 WIB
Inflasi Oktober 2025: Telur dan Daging Ayam Jadi Penyumbang Utama, Ini Penyebabnya

Inflasi Oktober 2025: Telur dan Daging Ayam Jadi Penyumbang Utama

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras menjadi kontributor utama inflasi pada Oktober 2025. Kenaikan harga kedua bahan pangan pokok ini dipicu oleh kombinasi faktor permintaan dan biaya produksi.

Faktor Pemicu Inflasi Telur dan Daging Ayam

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa inflasi terjadi akibat beberapa faktor kunci. Lonjakan permintaan dari program pemerintah, termasuk pasokan untuk program SPPG, diduga menjadi salah satu pemicu kenaikan harga.

Data BPS mencatat inflasi yang signifikan pada kedua komoditas:
Telur ayam ras: 4,43%
Daging ayam ras: 1,13%

Dampak Program Pemerintah dan Biaya Produksi

Meski tidak disebutkan secara eksplisit, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diindikasikan mempengaruhi kenaikan permintaan. Selain itu, faktor biaya produksi turut mendorong inflasi, termasuk:

  • Kenaikan harga DOC (day-old-chick)
  • Kenaikan harga live bird (ayam hidup)
  • Kenaikan harga jagung pakan di beberapa wilayah

Harga Pangan Strategis Nasional Terkini

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS):

  • Harga daging ayam: Rp37.450 per kg (masih di bawah HAP Rp40.000)
  • Harga telur ayam: Rp30.850 per kg (masih di bawah HAP Rp40.000)

BPS menegaskan bahwa dampak spesifik program MBG terhadap inflasi tidak dapat dihitung secara statistik dalam metode penghitungan inflasi yang berlaku.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler