Menurutnya, masyarakat tidak boleh terjebak dalam ilusi transparansi. Ia menegaskan bahwa persoalan ini sudah melampaui pembuktian keaslian ijazah semata.
"Sebab, ini bukan soal asli dan tidaknya ijazah tersebut. Pembuktian keaslian ijazah bagi RRT sudah selesai. Sudah kami tuntaskan secara science-based," tegasnya.
"Ini adalah perang konsistensi. RRT tetap konsisten dengan hasil penelitiannya. Jokowi tetap konsisten dengan kebohongannya," sambung Dokter Tifa.
Ijazah Bukan Dokumen Tunggal, Ada Ratusan Dokumen Lain
Dokter Tifa juga mengingatkan bahwa ijazah bukanlah dokumen yang berdiri sendiri. Ia menyoroti adanya transkrip nilai yang dinilai amburadul, skripsi yang muncul tahun 2108, KKN yang terjadi dua kali, serta kartu registrasi masuk ke program Sarjana Muda dan bukan Sarjana.
Selain itu, ada sekitar 700 dokumen lainnya yang disita Polda dari Universitas Gadjah Mada (UGM). "Untuk saya, dr Tifa, semua bahan itu adalah tanda kegiatan penelitian kami akan terus berlanjut," pungkasnya.
Artikel Terkait
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 10 Juta? Nadiem Makarim Bantah dan Beberkan Harga Riil di Sidang Tipikor
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi, Kasus Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp1 Triliun
Jampidsus Geledah Rumah Mantan Menteri LHK Terkait Kasus Nikel Konawe Utara yang Di-SP3 KPK
Roy Suryo Akan Lapor Balik Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Kronologi & Penyebab Konflik Hukum