PARADAPOS.COM - Seorang pelajar bernama Farhan Indra Setiawan mengaku menjadi korban penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Pelajar dari SMA 62 Jakarta Timur ini, mengaku jika dirinya masih ditahan meski tidak melakukan pengrusakan bahkan penjarahan saat aksi demonstrasi 29 Agustus lalu.
Kabar ini viral di sosial media, diunggah oleh salah satunya akun Instagram @koreksi_org.
Dalam postingannya, akun tersebut memposting surat berisi tulisan tangan yang diduga ditulis oleh Farhan.
Dalam tulisan tersebut ia membutuhkan pendampingan hukum, karena sudah sekitar 3 minggu dirinya belum mendapat bantuan.
“Saya meminta bantuan kepada bapak/ibu gerakan nurani bangsa dan orang baik lainnya untuk membantu saya agar dikeluarkan, dan segera bebas agar bisa melanjutkan pendidikan,” tulisnya dikutip dari akun @koreksi_org, dikutip Jumat (26/9/2025).
Dalam surat, Farhan juga mengaku jika dirinya saat ini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya akibat mengikuti aksi pada 29 Agustus lalu.
Dalam aksi tersebut, dirinya sama sekali tidak terlibat dalam aksi pengrusakan, penjarahan bahkan pencurian.
“Saya yakin saya tidak bersalah atas tuduhan pihak berwajib. Namun akibat penahanan ini saya dikabarkan akan dikeluarkan oleh pihak sekolah meski belum divonis bersalah,” jelasnya.
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Dugaan Korupsi Bupati Lombok Barat
PWI Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penghinaan Terhadap Profesi Wartawan
KPK Tangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dalam Operasi Tangkap Tangan