Gema Genosida Rwanda dan Ladang Pembantaian
Sheldon Yett dari UNICEF, yang pernah bertugas di Rwanda selama genosida, menyatakan kekhawatirannya. Ia menggambarkan pemandangan di El Fasher sebagai "ladang pembantaian" dan menemukan gaung dari peristiwa Rwanda. Laboratorium Penelitian Kemanusiaan Yale (HRL) juga melaporkan bukti pembunuhan massal sistematis oleh RSF terhadap warga yang mencoba melarikan diri.
Kecaman Internasional dan Impunitas yang Terus Berlanjut
Meskipun PBB, AS, dan Uni Eropa telah mengeluarkan kecaman, para analis menilai tindakan ini sudah terlambat dan kosong. Pakar Sudan, Hamid Khalafallah, menegaskan bahwa komunitas internasional gagal melindungi warga sipil. Jean-Baptiste Gallopin dari Human Rights Watch menambahkan bahwa impunitas atau kekebalan hukum yang dinikmati RSF, termasuk pemimpinnya Hemedti, telah mendorong pola kekejaman berulang. Fokus diplomatik pada gencatan senjata dinilai mengesampingkan langkah-langkah perlindungan warga sipil yang mendesak.
Dengan terputusnya akses bantuan dan banyaknya relawan yang bersembunyi atau hilang kontak, krisis kemanusiaan di El Fasher diperkirakan akan semakin dalam, meninggalkan ribuan nyawa dalam bahaya dan ketidakpastian.
Artikel Terkait
Militer AS Siap Serang Iran: Pentagon Laporkan Kesiapan Penuh ke Trump, Iran Perkuat Armada Drone
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Ancaman Balasan Jika AS Agresi Militer
Ledakan di Teheran: Fakta Uji Coba Militer Iran & Ancaman AS yang Memanas
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz: Respons Ancaman AS & Analisis Dampaknya