Iran Ancam Balas Dendam ke Jantung Tel Aviv Jika AS Serang
PARADAPOS.COM - Pejabat tinggi Iran mengeluarkan ancaman serius untuk melancarkan serangan terhadap situs-situs sensitif Israel, termasuk pusat kota Tel Aviv, jika Amerika Serikat melakukan agresi militer terhadap Republik Islam. Menurut mereka, Israel akan menghadapi pembalasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam postingan di platform X yang diterbitkan dalam bahasa Persia dan Ibrani, Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menegaskan bahwa ilusi serangan terbatas AS tidak akan berlaku. Setiap aksi militer Amerika akan dianggap sebagai deklarasi perang dan akan dibalas dengan serangan langsung ke jantung Tel Aviv.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga memperingatkan kesiapan angkatan bersenjata Iran untuk merespons setiap agresi dengan cepat dan keras. Namun, dia tetap membuka pintu diplomasi untuk kesepakatan nuklir baru yang adil dan setara.
Ancaman ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan melancarkan serangan yang "jauh lebih buruk" daripada serangan sebelumnya jika Iran tidak mau bernegosiasi mengenai program nuklirnya. Trump juga menyebutkan adanya "armada besar" AS yang mendekati Iran.
Misi Iran untuk PBB membalas di platform X, menegaskan kesiapan Iran untuk berdialog, tetapi juga kesiapannya untuk membela diri dengan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya jika dipaksa.
Ketegangan ini meningkat di tengah laporan tentang penindasan protes di Iran dan kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan Timur Tengah. Trump mendesak Iran untuk segera bernegosiasi, dengan peringatan bahwa waktu hampir habis dan serangan berikutnya akan lebih dahsyat.
Artikel Terkait
CIA Rilis Dokumen Kepanikan Warga Budapest Akibat ‘Piring Terbang’ pada 1955
Kreator Konton Ekstrem Spiderman Yaman Tewas Jatuh ke Kawah Vulkanik saat Panjat Tebing
Foto Trump Bersama Figur Misterius Berambut Pirang Viral, Warganet Spekulasi Soal Alien hingga Kenangan Kunjungan Norwegia 2018
Putri Bajrakitiyabha dari Thailand Tutup Usia Setelah Tiga Tahun Lebih dalam Koma