Militer AS Siap Serang Iran, Pentagon Laporkan Kesiapan Penuh ke Trump
PARADAPOS.COM – Kepala Pentagon Pete Hegseth menyatakan militer Amerika Serikat telah siap sepenuhnya untuk menjalankan keputusan Presiden Donald Trump, termasuk opsi serangan terhadap Iran. Tujuan utama adalah mencegah Teheran mengembangkan kemampuan senjata nuklir.
Laporan kesiapan ini disampaikan Hegseth langsung kepada Presiden Trump dalam sebuah rapat kabinet. Saat ini, kekuatan militer AS dalam skala besar telah terkonsentrasi di kawasan Timur Tengah, berdekatan dengan wilayah Iran.
“Mereka seharusnya tidak mengejar kemampuan nuklir. Kami akan siap untuk memenuhi apa pun yang diharapkan presiden dari Departemen Perang,” tegas Hegseth, mengacu pada sebutan tidak resmi untuk Departemen Pertahanan di era Trump.
Meski opsi militer telah disiapkan, sejumlah pejabat AS menyebutkan bahwa Presiden Trump masih dalam tahap meninjau dan belum mengambil keputusan final untuk melancarkan serangan.
Pemicu Eskalasi dan Ancaman Balasan Iran
Ketegangan antara Washington dan Teheran melonjak drastis menyusul penindasan keras protes di Iran dalam beberapa pekan terakhir. Trump berulang kali mengancam akan turun tangan jika Iran terus membunuh demonstran, meski gelombang unjuk rasa kini telah mereda.
Ancaman AS juga terkait program nuklir Iran, pasca serangan udara gabungan Israel-AS pada Juni 2025 terhadap instalasi nuklir utama Iran.
Menanggapi ancaman ini, Iran tidak tinggal diam. Angkatan Bersenjata Iran baru saja menerima tambahan 1.000 unit drone atau UAV baru untuk memperkuat semua cabang militernya.
“Sesuai dengan ancaman yang ada, Angkatan Darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan,” kata Panglima Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami.
Drone-drone terbaru ini dikembangkan oleh spesialis militer Iran dan Kementerian Pertahanan. Dirancang untuk berbagai misi, termasuk serangan destruktif, pengintaian, dan peperangan elektronik, dengan kemampuan menarget sasaran tetap maupun bergerak di darat, laut, dan udara.
Peringatan Keras Juru Bicara Militer Iran
Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memberikan peringatan keras bahwa respons Iran terhadap aksi AS tidak akan terbatas atau sesingkat seperti konflik Juni 2025 lalu.
“Kapal induk AS memiliki kerentanan serius dan banyak pangkalan Amerika di wilayah Teluk berada dalam jangkauan rudal jarak menengah kami,” ujarnya dalam siaran televisi pemerintah.
Akraminia menegaskan, jika AS melakukan kesalahan perhitungan, skenarionya tidak akan seperti yang dibayangkan Trump. “Tidak akan terjadi operasi cepat yang selesai dalam dua jam, lalu diumumkan lewah "tweet". Respons kami akan diberikan secara instan dan tegas,” pungkasnya.
Artikel Terkait
AS Tingkatkan Tekanan ke Iran di Selat Hormuz, Teheran Manfaatkan Gencatan Senjata untuk Perkuat Kesiapan Tempur
Trump Desak Iran Segera Negosiasi Program Nuklir di Tengah Kebuntuan Dialog Damai
Iran Ancam Perkenalkan Sistem Persenjataan Maritim Canggih jika AS Tingkatkan Tekanan di Selat Hormuz
Trump Perintahkan Blokade Pelabuhan Iran di Selat Hormuz Setelah Perundingan Damai Buntu