Laporan ini muncul di tengah kabar kuatnya dukungan militer dari sekutu Iran. Koresponden Aljazeera di Teheran, Nuruddin al-Daghir, melaporkan bahwa pengiriman senjata dari Rusia dan China telah tiba di Iran sejak "Perang 12 Hari" pada Juni 2025 lalu.
China disebut memainkan peran kunci dalam memperkuat kemampuan rudal Iran, sementara Rusia dikabarkan rutin mengirimkan berbagai jenis proyektil dan perlengkapan militer hampir setiap pekan. Pengiriman ini memperkuat kemitraan strategis ketiga negara, terutama pasca eskalasi konflik dengan Israel yang didukung AS.
Manuver Militer "Sabuk Keamanan" dan Ketegangan Regional
Dalam konteks yang sama, Iran bersiap menggelar manuver militer laut bersama Rusia dan China yang diberi nama "Sabuk Keamanan". Waktu pelaksanaan manuver rutin ini dianggap memiliki makna politik dan militer yang sangat mencolok, mengirim pesan jelas kepada pihak-pihak yang berseberangan.
Ketegangan memuncak setelah serangan Israel yang didukung AS terhadap target militer, nuklir, dan sipil di Iran selama 12 hari pada Juni 2025. Iran membalas dengan menargetkan markas militer dan intelijen Israel. Persiapan kuburan massal ini dipandang sebagai bagian dari narasi perang psikologis dan kesiapan menghadapi skenario terburuk dalam konflik yang belum usai.
Artikel Terkait
Militer AS Siap Serang Iran: Pentagon Laporkan Kesiapan Penuh ke Trump, Iran Perkuat Armada Drone
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Ancaman Balasan Jika AS Agresi Militer
Ledakan di Teheran: Fakta Uji Coba Militer Iran & Ancaman AS yang Memanas
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz: Respons Ancaman AS & Analisis Dampaknya