Misteri 2 Kerangka di Gedung ACC Kwitang Terbakar: Suara Rintihan Minta Tolong hingga Dugaan Korban Demo

- Senin, 03 November 2025 | 17:00 WIB
Misteri 2 Kerangka di Gedung ACC Kwitang Terbakar: Suara Rintihan Minta Tolong hingga Dugaan Korban Demo

Rintihan 'Minta Tolong' dan Misteri 2 Kerangka Manusia di Gedung ACC Kwitang yang Terbakar

Suara misterius berupa rintihan "minta tolong" dilaporkan terdengar dari dalam Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, sebelum dua kerangka manusia ditemukan hangus terbakar di lantai dua gedung tersebut pada Kamis, 30 Oktober 2025. Penemuan mengerikan ini terjadi dua bulan setelah gedung itu dilalap api dalam sebuah demonstrasi besar.

Kondisi Gedung ACC Kwitang Pasca Kebakaran dan Penemuan Kerangka

Bangunan tiga lantai di kawasan padat Kwitang itu kini tampak sepi dan mencekam. Pagar depan ditutup rapat dengan lembaran seng, menghalangi pandangan dari jalan raya. Kerusakan akibat kebakaran Agustus lalu masih terlihat jelas, dengan dinding yang menghitam dan barang-barang hangus berserakan di dalam. Coretan-coretan protes dari demonstran masih terpampang di dinding luar gedung, menambah suasana suram lokasi ini.

Pengamanan Ketat dan Informasi yang Dikunci Rapat

Pengamanan gedung kini dilakukan oleh sekuriti internal ACC yang berjaga bergantian. Salah seorang petugas berinisial S mengaku baru dipindahkan dari cabang Kelapa Gading dan mengetahui penemuan kerangka tersebut. Namun, seluruh sekuriti mendapat instruksi dari manajemen pusat ACC untuk tidak memberikan informasi apapun kepada wartawan yang meliput.

Kesaksian Warga: Suara Misterius dan Teriakan Minta Tolong

Novrie, warga yang tinggal persis di samping gedung ACC, mengungkapkan kesaksian mengejutkan. Ia dan pedagang sekitar kerap mendengar suara ketukan dan rintihan dari dalam gedung yang kosong. "Ada bunyi 'ketrok-ketrok'. Saya pikir renovasi. Tapi pedagang bilang enggak ada," ujarnya. Bahkan, beberapa pedagang malam mendengar cerita dari sekuriti tentang teriakan "minta tolong" yang terdengar setelah kebakaran terjadi.

Proses Evakuasi Diam-diam oleh Aparat Kepolisian

Evakuasi dua kerangka manusia dilakukan secara tertutup dan cepat. Menurut kesaksian pedagang minuman bernama Nana, aparat kepolisian masuk ke gedung satu per satu dan langsung menutup pintu seng di bagian depan. Pedagang lain, Pirman, menyaksikan tiga mobil datang ke lokasi: satu ambulans, satu Satpol PP, dan satu mobil polisi.

Minimnya Pelibatan Perangkat Lingkungan Setempat

Yang mengejutkan, perangkat lingkungan seperti RT dan RW mengaku tidak mendapat informasi resmi tentang penemuan tersebut. Ketua RT setempat, Aris, menyatakan, "Saya baru tahu dari berita. Enggak ada yang lapor." Ketua RW, Bambang, membenarkan bahwa komunikasi dengan pihak keamanan ACC tidak berjalan aktif.

Pernyataan Resmi Polisi dan ACC Soal Penemuan Kerangka

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro membenarkan penemuan dua kerangka dalam kondisi hangus terbakar. Ia menjelaskan jenazah baru ditemukan karena tertimbun material plafon yang ambruk saat kebakaran. "Kenapa baru ditemukan, karena jenazah hangus terbakar dan tertumpuk sisa material kebakaran," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menambahkan bahwa proses identifikasi sedang berlangsung di RS Polri Kramat Jati, dengan hasil tes DNA diperkirakan keluar pada Rabu, 5 November 2025.

Pihak ACC melalui EVP Corporate Communication Riadi Prasodjo menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas peristiwa tersebut.

Dugaan Identitas Korban: Mahasiswa yang Hilang Saat Demo

Dua kerangka manusia yang ditemukan diduga kuat merupakan Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo, mahasiswa yang dilaporkan hilang saat demonstrasi di Kwitang pada 29 Agustus 2025. Keluarga kedua mahasiswa telah memberikan sampel DNA untuk proses identifikasi. Keduanya dilaporkan hilang melalui KontraS dan hingga penemuan kerangka ini belum pernah terlacak.

Latar Belakang: Kebakaran Gedung ACC Saat Demonstrasi

Gedung ACC Kwitang terbakar selama gelombang demonstrasi yang berlangsung pada 25-31 Agustus 2025. Saat itu, massa mengepung markas Brimob Kwitang, dan api melalap sebagian bangunan di sekitarnya, termasuk gedung ACC. Bekas kebakaran masih jelas terlihat hingga kini.

Dampak Sosial: Warga Takut Lewat di Malam Hari

Pasca penemuan kerangka, warga sekitar mengaku takut melintasi gedung ACC pada malam hari. "Hawanya enggak enak. Warga maunya cepat-cepat dibangun lagi," ujar Novrie. Pirman, pedagang warung makan, mengaku merasa ketakutan setelah mengetahui adanya kerangka manusia di gedung tersebut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler