Dokter Tompi Marah ke Pandji Pragiwaksono Bela Gibran: Kritik Fisik Bukan Satire Cerdas

- Minggu, 04 Januari 2026 | 11:00 WIB
Dokter Tompi Marah ke Pandji Pragiwaksono Bela Gibran: Kritik Fisik Bukan Satire Cerdas
Dokter Tompi Marah ke Pandji Pragiwaksono Bela Gibran: Kritik Fisik Bukan Satire Cerdas

Dokter Tompi Marah Besar ke Pandji Pragiwaksono, Bela Wapres Gibran Rakabuming Raka

Dokter Tompi membuat geger media sosial setelah menanggapi materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang dinilai menyinggung kondisi fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Unggahan dokter sekaligus musisi ini memicu diskusi panas tentang batasan kritik dan satire di ruang publik.

Penyebab Kemarahan Dokter Tompi ke Pandji Pragiwaksono

Melalui akun Instagramnya, Dokter Tompi menyayangkan sikap Pandji Pragiwaksono yang dianggap tidak mengkritik kinerja Gibran sebagai Wakil Presiden, melainkan menilai penampilan fisiknya. Menurut Tompi, hal ini merupakan bentuk kritik yang tidak pantas dan tidak cerdas.

"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas," tegas Dokter Tompi dalam unggahannya yang dikutip pada Minggu (4/1/2026).

Penjelasan Medis Dokter Tompi Soal Kondisi Mata Gibran

Dokter Tompi memberikan penjelasan medis terkait sindiran Pandji terhadap penampilan mata Gibran yang disebut terlihat mengantuk. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai Ptosis.

"Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai Ptosis atau suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon," jelasnya.

Pesan Dokter Tompi Soal Etika Berdiskusi dan Mengkritik di Publik

Di kesempatan yang sama, dr. Tompi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan standar diskusi publik. Menurutnya, mengkritik pemerintah sah-sah saja, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang adalah hal yang berbeda.

"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah. Namun, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," tegas Tompi.

Dia menambahkan, "Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline."

Latar Belakang: Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono di Netflix

Insiden ini berawal dari tayangan spesial stand up comedy tunggal Pandji Pragiwaksono berjudul "Mens Rea" yang kini tersedia di Netflix. Dokter Tompi mengaku telah menonton tayangan tersebut.

"BTW saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. Banyak benernya," ujar dr. Tompi. Namun, dia secara khusus menyoroti bagian materi yang membahas penampilan fisik Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Perdebatan ini menyoroti pentingnya etika dalam menyampaikan kritik dan humor di ruang publik, terutama ketika melibatkan figur pejabat negara. Tanggapan Dokter Tompi menekankan perlunya fokus pada substansi kebijakan, bukan pada hal-hal fisik yang bersifat pribadi.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar