SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Usulkan Sidang Darurat PBB

- Senin, 19 Januari 2026 | 15:25 WIB
SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Usulkan Sidang Darurat PBB

"Jika terjadi perang dunia total dan nuklir, korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia. Kehancuran akan masif. Tapi tidak cukup dengan doa. Umat manusia harus berupaya keras," tegas SBY.

Usulan Konkret: Sidang Umum PBB Darurat

Sebagai langkah nyata pencegahan, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar Sidang Umum darurat (Emergency UN General Assembly). Sidang yang menghadirkan para pemimpin dunia ini bertujuan merumuskan langkah-langkah konkret untuk mencegah krisis global dan potensi Perang Dunia III.

"Saya tahu PBB mungkin dianggap tidak berdaya. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran. Mungkin seruan ini 'bagai berseru di padang pasir', tetapi bisa juga menjadi awal kesadaran bersama untuk menyelamatkan dunia. If there is a will, there is a way," pungkas SBY.

Reaksi dan Eskalasi: Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata?

Kekhawatiran SBY tampaknya makin relevan menyusul reaksi keras dari sekutu Rusia. Viktor Medvedchuk, politikus pro-Kremlin, memperingatkan bahwa deklarasi niat Prancis dan Inggris untuk mendirikan pusat militer di Ukraina pasca-ceasefire adalah provokasi yang dapat "membawa dunia ke Perang Dunia Ketiga".

Deklarasi Paris yang ditandatangani Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Inggris Keir Starmer, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memang menuai kritik dari Moskow. Rusia menilai pengerahan pasukan asing di Ukraina sebagai langkah berbahaya yang mendekatkan NATO pada konflik langsung dengan Rusia.

Peran NATO dan Akar Ketegangan Rusia-Ukraina

Ketegangan ini berakar dari ekspansi NATO ke Eropa Timur pasca-Perang Dingin, yang dianggap Rusia sebagai ancaman. Keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO sejak 2008 menjadi salah satu pemicu utama invasi Rusia pada 2022. Dukungan militer Barat yang berkelanjutan kepada Ukraina semakin memanaskan situasi, memunculkan kekhawatiran akan konflik yang meluas.

Dengan berbagai titik panas geopolitik dan eskalasi militer yang terjadi, peringatan SBY tentang kemiripan situasi saat ini dengan masa sebelum Perang Dunia layak menjadi perhatian serius komunitas global.

Halaman:

Komentar