Istri Anggota Bareskrim Jadi Korban Ancaman Pembunuhan di Rumah Sendiri, Pelopor Laporan Dicabut

- Minggu, 07 Juni 2026 | 07:50 WIB
Istri Anggota Bareskrim Jadi Korban Ancaman Pembunuhan di Rumah Sendiri, Pelopor Laporan Dicabut

PARADAPOS.COM - Seorang wanita berinisial RL (40), istri dari anggota Polri yang bertugas di Bareskrim Mabes Polri, melaporkan tindak ancaman pembunuhan yang dialaminya di depan rumah sendiri. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Senen, Jakarta Pusat, itu melibatkan lima orang tak dikenal (OTK) yang menodongkan benda tajam dan memaksa RL mencabut laporan polisi. Korban yang mengalami trauma berat kini resmi menyerahkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan nomor laporan LP/B/1526/V/2026/SPKT POLRESMETROJAKPUS/POLDAMETROJAYA.

Diteror di Pekarangan Rumah

Kejadian bermula saat RL hendak memasuki rumahnya di lingkungan RW 03, Kelurahan Bungur. Tiga pria dan dua wanita sudah menunggunya di pekarangan. Tanpa peringatan, beberapa dari mereka langsung merangsek mendekat. Mereka mendesak RL untuk mencabut laporan polisi yang sebelumnya diajukan terkait hilangnya barang inventaris Karang Taruna setempat—sebuah perkara yang, menurut pengakuan RL, sama sekali tidak ia pahami.

Intimidasi verbal itu segera berubah menjadi aksi teror fisik. Dalam suasana yang mencekam, salah satu pelaku menempelkan benda tajam ke tubuh RL sambil melontarkan ancaman. "Salah satu dari lima orang tersebut menempelkan sesuatu seperti pisau dan berkata, 'cabut laporan lo, atau gw bunuh lo, gw tidak takut biarpun suami lo anggota Polisi!'" ungkap RL dengan suara bergetar, Minggu (7/6/2026).

Syok berat membuat RL hanya bisa terdiam. Mengingat suaminya yang jarang berada di rumah karena tuntutan tugas negara di Bareskrim, ia memilih menyelamatkan diri ke dalam rumah untuk menghindari pertumpahan darah.

Hidup dalam Bayang-Bayang Ketakutan

Meski peristiwa itu sudah berlalu beberapa pekan, luka psikologis yang dialami RL belum kunjung pulih. Ruang publik yang dulu terasa ramah kini berubah menjadi sumber kecemasan. Ia mengaku tidak lagi berani melangkah keluar rumah dan selalu dilanda ketakutan akut setiap kali melihat orang asing.

"Ya saya berharap pelakunya bisa segera ditangkap agar saya tidak selalu ketakutan," rintihnya penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra. Namun, pihak kepolisian belum memberikan respons terkait perkembangan perburuan lima komplotan yang nekat mengancam istri anggota Bareskrim di ibu kota.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar