PARADAPOS.COM - Ratusan massa dari kelompok Aktivis Connection menggelar unjuk rasa di depan kantor Law Firm Hotman Paris & Partners di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin, 20 Juli 2026. Aksi yang berlangsung sejak siang hari ini menyuarakan kritik terhadap pernyataan dan sikap pengacara kondang Hotman Paris, serta menuntut penegakan hukum yang berlandaskan bukti, bukan sensasi.
Lokasi demonstrasi tepat berada di Komplek Ruko Kensington Blok A12, Kelurahan Kelapa Gading Timur. Suasana riuh rendah terdengar sejak pukul 12.00 WIB, saat para peserta mulai berdatangan. Mereka membawa bendera, spanduk, dan sebuah mobil komando yang menjadi pusat orasi. Kehadiran massa langsung menyedot perhatian pengguna jalan di Jalan Boulevard Raya yang padat lalu lintas.
Setidaknya 100 orang terlibat dalam aksi ini. Mereka tiba dengan enam unit mikrolet, sejumlah kendaraan roda dua, dan mobil komando yang disiagakan sebagai pusat koordinasi. Beberapa peserta tampak mengenakan atribut organisasi, sementara yang lain hanya membawa poster bertuliskan tuntutan.
Massa Sampaikan Sejumlah Tuntutan
Para orator secara bergiliran menyampaikan kritik yang tajam. Mereka menilai bahwa proses hukum di Indonesia kerap dibangun di atas narasi yang menggiring opini publik, bukan berdasarkan alat bukti yang sah. Tuntutan ini pun tertuang dalam spanduk besar yang dibentangkan di depan kantor hukum tersebut.
"Tolak pembodohan publik dan narasi sesat advokat Hotman Paris. Hukum harus berdasarkan bukti, bukan pamer kekayaan dan sensasi. Tegakkan hukum, basmi advokat pembela koruptor perusak NKRI," demikian bunyi tuntutan dalam spanduk demo, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @gadinglyfe pada hari yang sama.
Tak hanya mengkritik figur publik, massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk tetap bekerja secara profesional dan independen. Mereka berharap seluruh proses hukum berjalan berdasarkan fakta dan alat bukti yang valid, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan dapat terjaga.
Aksi Berlangsung Tertib dengan Pengawalan Polisi
Meskipun sempat menyita perhatian warga sekitar, demonstrasi berlangsung dalam situasi yang relatif kondusif. Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan. Mereka juga mengatur arus lalu lintas di Jalan Boulevard Raya agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat berkumpulnya massa.
Para peserta secara bergantian naik ke atas mobil komando untuk menyampaikan orasi. Dari atas panggung darurat itu, mereka kembali menegaskan harapan agar penegakan hukum di Indonesia dilakukan secara adil, profesional, dan mengedepankan pembuktian hukum, bukan sekadar membangun opini atau sensasi di ruang publik. Suasana tetap terkendali hingga aksi berakhir pada sore hari.
Artikel Terkait
Tenaga Ahli Utama KSP Ulta Nababan Jadi Sorotan Usai Samakan Almamater UI dengan Daster
Ledakan Pipa Gas di Medan Robohkan Bangunan, Satu Tewas dan Dua Masih Tertimbun
Ledakan Gas Bawah Tanah Hancurkan Rumah Mewah di Medan, Empat Orang Terjebak Reruntuhan
Komisi I DPR Minta DJP Perjelas Batasan Tugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam Pengawasan Pajak