PARADAPOS.COM - Aksi unjuk rasa yang digelar Jaringan Intelektual Hukum Nasional di depan Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 22 Juli 2026, berakhir ricuh. Massa yang berkumpul di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendesak aparat untuk segera menangkap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang tengah terjerat kasus dugaan korupsi. Ketegangan memuncak saat peserta aksi mencoba memblokade jalan dan membakar ban, namun berhasil dihalau oleh petugas kepolisian yang berjaga.
Desakan di Tengah Kerumunan
Suasana di lokasi terlihat memanas sejak siang hari. Ratusan orang memadati area depan gedung Kejagung, membawa spanduk dan meneriakkan yel-yel. Mereka menuntut transparansi dalam proses hukum yang menjerat Febrie Adriansyah.
“Hukum tidak boleh tumpul,” tegas Direktur Jaringan Intelektual Hukum Nasional, Riswan Siahaan, saat ditemui di tengah kerumunan.
Ia kemudian menambahkan bahwa publik sudah lelah dengan praktik hukum yang dinilai pilih kasih. Menurutnya, kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas lembaga penegak hukum di Indonesia.
Bentrok dan Perebutan Spanduk
Ketegangan fisik tak terhindarkan ketika sekelompok massa berusaha memblokade akses jalan utama. Petugas kepolisian yang berjaga langsung bergerak menghalau. Dalam momen yang sama, sebuah spanduk besar bertuliskan “Febrie Jangan Sembunyi Disini!!” yang dibentangkan massa berhasil direbut oleh aparat.
Aksi saling dorong sempat terjadi antara petugas dan peserta unjuk rasa. Beruntung, situasi tidak berlangsung lama. Kedua pihak akhirnya saling menjauh setelah koordinasi singkat di lapangan.
“Harapan kami, penegak hukum bergeraklah, terbukalah. Kami masyarakat berharap hari ini kepada aparat penegak hukum untuk pemberantasan korupsi agar kami percaya, agar rakyat percaya, bahwa hukum itu masih ada,” ujar Riswan dengan nada lantang.
Pengawasan Publik yang Menguat
Aksi ini mencerminkan meningkatnya tekanan publik terhadap Kejagung untuk bertindak tegas. Febrie Adriansyah, yang sebelumnya menjabat sebagai Jampidsus, kini menjadi sorotan setelah namanya disebut dalam kasus dugaan korupsi. Massa menginginkan agar proses hukum berjalan tanpa hambatan dan tanpa pandang bulu.
Dari pantauan di lapangan, aparat kepolisian tampak berjaga dalam jumlah besar untuk mengantisipasi eskalasi. Meski sempat terjadi gesekan, jalannya aksi secara keseluruhan dapat dikendalikan. Tidak ada laporan korban luka serius dalam insiden tersebut.
Harapan yang Belum Usai
Hingga sore hari, massa mulai membubarkan diri secara perlahan. Namun, tuntutan mereka tetap menggantung di udara. Publik kini menanti langkah nyata dari Kejaksaan Agung dalam menangani kasus ini. Apakah hukum benar-benar akan ditegakkan, atau kembali tumpul ke atas? Jawabannya masih tersimpan di balik tembok gedung megah di Kebayoran Baru itu.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Yahukimo, TNI Kerahkan Operasi Pengejaran
Presiden Prabowo Lantik Marsekal (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia
Nasabah Kredivo Laporkan Debt Collector ke Polisi Usai Diduga Minta Hubungan Badan demi Lunas Utang Rp4,4 Juta
Panduan Lengkap Top Up Diamond Mobile Legends di GemUp.id, dari Persiapan hingga Tips Keamanan