PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat produksi konten hoaks, fitnah, dan provokasi yang beroperasi secara terorganisir. Sebanyak delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yang berlangsung sejak tahun 2024. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi berbeda pada Senin, 27 Juli 2028, meliputi Madiun, Jakarta, Sidoarjo, dan Ponorogo. Para tersangka diketahui mengelola beberapa akun media sosial seperti Instagram, Threads, X (Twitter), dan Facebook dengan nama akun antara lain fakta_febrie, arus.fakta, dan publicnarrative4.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat dan hasil penyelidikan internal. "Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melaksanakan serangkaian kegiatan penyelidikan dan penyidikan terhadap sindikat propaganda digital yang terorganisir dengan melakukan publikasi pemberitaan hoaks, fitnah, provokasi secara terorganisir," ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa, 28 Juli 2026.
Peran dan Modus Operandi
Dalam struktur sindikat ini, setiap tersangka memiliki peran yang jelas. Inisial G, misalnya, bertugas sebagai penghubung dengan pihak pendana dan perekrut anggota. Sementara itu, Yemi Agil Panguditama, Muhammad Muhyidin Arif, dan inisial S mengurus desain grafis. Arbain Dimas Ibnu Kasim alias Baim dan Bima Candra Karisma bertanggung jawab menyusun narasi. Arvanda Yoka Verdiansyah mengoperasikan akun untuk mengunggah konten, dan Yanuar bertugas membayar akun lain demi mendongkrak interaksi atau blast.
Kombes Iman Imanuddin menambahkan bahwa konten hoaks yang diproduksi dibuat berdasarkan pesanan dari pihak tertentu. Nilai per konten bervariasi, tergantung pada waktu, isu yang diangkat, dan tingkat kesulitan. Pembayaran dilakukan secara tunai, lalu dibagikan ke masing-masing pelaku melalui transfer bank. "Motifnya jelas, yaitu memperoleh keuntungan finansial," tegasnya.
Barang Bukti dan Ancaman Hukum
Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai sebesar Rp 220 juta, 11 unit ponsel, 2 laptop, 2 unit iPad, dan 2 flashdisk yang berisi konten. Para tersangka dijerat dengan Pasal 32 juncto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman hukumannya maksimal 8 tahun penjara dan denda hingga Rp 2 miliar.
Dari delapan tersangka, enam orang telah ditahan di sel tahanan Polda Metro Jaya. Mereka adalah Bima Candra Karisma, Yemi Agil Panguditama, Arvanda Yoka Verdiansyah, Muhammad Muhyidin Arif, Yanuar, dan Arbain Dimas Ibnu Kasim alias Baim. Dua tersangka lainnya, yakni inisial G dan S, belum ditahan. Penyidik masih terus mendalami peran mereka dan mengusut pihak yang diduga menjadi pemesan utama di balik proyek penyebaran hoaks ini. Polisi juga telah mengamankan seseorang yang diduga berperan sebagai penghubung antara pemesan dan para pelaku.
Bima Candra Karisma dan Kaitannya dengan Pihak Lain
Salah satu tersangka yang menjadi sorotan publik adalah Bima Candra Karisma. Dari penelusuran jejak digitalnya, ia diketahui memiliki hubungan dengan Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), serta Mardigu Wowiek Prasantyo yang akrab disapa Bossman. Pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya menduga Bima memiliki peran sentral, yaitu mengoordinasikan pembagian tugas, memberikan instruksi, serta mengarahkan aktivitas para anggota sindikat.
Jejak digital Bima menunjukkan ia pernah berfoto bersama Febrie Adriansyah. Foto itu diunggah di akun Instagram miliknya, bima.mienewmid, dengan narasi: "Bapak paling sibuk periode ini, sikat semua koruptor di Indonesia, semangat terus Bapak Dr. Febrie Adriansyah S.H M.H, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Republik Indonesia. Semoga kebaikan, kemudahan, dan keberkahan tersebut juga senantiasa menyertai setiap langkah pengabdian untuk Indonesia yang lebih berkeadilan jampidsus".
Selain itu, Bima juga dikaitkan dengan Mardigu Wowiek Prasantyo melalui bisnis Mie Newmind. Berdasarkan keterangan resmi dari website Mie Newmind, usaha ini didirikan pada tahun 2021 oleh Mardigu Wowiek Prasantyo. Tujuannya adalah menghadirkan kuliner mie pedas berkualitas dengan harga terjangkau. Mie Newmind tumbuh dengan konsep kemitraan gerobak kecil yang memberdayakan UMKM.
"Mie Newmind muasalnya, ada partner kita selama 19 tahun sebagai produsen mie di Sidoarjo. Suatu hari dia bilang, kalau main di hulu marginnya segini. Kalau dihilir agak besar dikit. Terus gimana? ya kita buat. Mie Bossman. 100 cabang kita jual konsep kios (gerobak) kecil. Tingkat sukses tinggi karena syarat dekat sekolah. (harga) Rp 8 ribu anak sekolah bisa beli. Karena syaratnya itu, tingkat sukses tinggi. Karena 30 sampai 80 piring sehari, kerja 5 hari bisa balik modal," jelas Mardigu dalam suatu kesempatan podcast.
Dari informasi yang dihimpun, kepemilikan Mie Newmind tidak hanya oleh Mardigu, tetapi juga melibatkan Bima Candra Karisma melalui bendera PT Mie Newmind Indonesia. Setahun setelah berdiri, pada tahun 2022, Mie Newmind mulai memperkenalkan menu mie pedas dengan nama unik seperti Mi Bupati, Mi Gubernur, dan Mi Presiden. Pada tahun 2023, usaha ini berhasil memiliki lebih dari 500 kemitraan outlet kecil yang tersebar di berbagai daerah. Memasuki tahun 2024, Mie Newmind mulai mengembangkan konsep dari gerobak menjadi restoran yang lebih besar dan nyaman.
Profil Bisnis Bima Candra Karisma
Selain PT Mie Newmind Indonesia, Bima Candra Karisma, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Kyung Hee Cyber University, juga bergelut di berbagai lini bisnis lainnya. Ia tercatat sebagai pengembang Aplikasi Bosspulsa sejak Agustus 2023, Chief Marketing Officer di Santara sejak Juli 2021, dan pernah menjabat sebagai Online Marketing Specialist di PT Sung Chang Indonesia (Juli 2017 – Agustus 2018).
Pengalaman profesionalnya juga mencakup posisi Sales Marketing Lead di Cover Super Indonesia (Oktober 2018 – April 2019) dan bekerja di Aksoro (Oktober 2019 – Februari 2021). Saat ini, ia juga menjabat sebagai Co-Founder Narapatih Academy (sejak 2021), Co-Founder Garputala (sejak Februari 2021), Founder DIGIMARKA (sejak Januari 2021), dan Chief Marketing Officer Dinaran (sejak Januari 2021).
Artikel Terkait
Mitsubishi Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus di GIIAS 2026, Garap Segmen Transportasi Penumpang
Bupati Gowa Diperiksa Tujuh Jam Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah Rp16 Miliar
Menteri Bappenas Sebut Program Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Video Lawas Viral
Kolaborasi Dua Putra Madiun, Mie Newmind Tembus Panggung Nasional Berkat Figur Bossman Mardigu