Transjakarta Minta Maaf Usai Petugas Menurunkan Lansia Tunawisma dari Bus di Halte Kampung Melayu

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:25 WIB
Transjakarta Minta Maaf Usai Petugas Menurunkan Lansia Tunawisma dari Bus di Halte Kampung Melayu

PARADAPOS.COM - Manajemen PT Transjakarta resmi menyampaikan permohonan maaf atas viralnya video seorang pria lanjut usia (lansia) yang diminta turun dari bus di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (3/8/2026). Permintaan maaf ini disampaikan menyusul adanya aduan dari penumpang lain yang merasa terganggu dengan bau menyengat dari pria tersebut. Pihak Transjakarta memastikan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut, mengingat lansia tersebut diketahui merupakan seorang tunawisma. Peristiwa yang terekam dan tersebar luas di media sosial ini sontak memicu beragam reaksi publik. Banyak warganet yang mengkritik tindakan petugas di lapangan, sementara sebagian lainnya justru menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi, terutama ketika berhadapan dengan penumpang dari kelompok rentan. Insiden ini menjadi pengingat betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi petugas transportasi publik di tengah padatnya aktivitas ibu kota.

Kronologi Kejadian di Halte Kampung Melayu

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima, insiden berawal ketika petugas jaga menerima laporan langsung dari sejumlah penumpang di dalam bus. Mereka mengeluhkan aroma tidak sedap yang sangat kuat, yang bersumber dari seorang pria lanjut usia. Petugas kemudian melakukan pendekatan secara personal dan persuasif kepada yang bersangkutan. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa langkah penurunan penumpang tersebut bukan tanpa pertimbangan. Pihaknya mengaku telah berupaya melakukan pendekatan terlebih dahulu sebelum akhirnya pria tersebut bersedia turun dari armada. "Menanggapi video yang beredar di media sosial, kami memohon maaf yang setulus-tulusnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan," kata Ayu dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026). Ia menambahkan bahwa kejadian ini tidak serta-merta membuat pihaknya melepas tanggung jawab. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa pria lansia tersebut adalah seorang tunawisma yang membutuhkan pendampingan. "Petugas kami bergerak di lapangan berdasarkan laporan pelanggan lain di lokasi, karena bau yang sangat menyengat. Pendekatan kepada pelanggan yang bersangkutan telah kami lakukan hingga akhirnya turun dari bus. Dari informasi yang kami dapatkan, pelanggan tersebut adalah tunawisma. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial tentang keberadaan pelanggan, agar mendapatkan penanganan dan bantuan yang tepat," ujarnya.

Komitmen Perbaikan SOP dan Pelatihan Empati Petugas

Viralnya kejadian ini menjadi sorotan tajam bagi pengelola transportasi publik di Jakarta. Bukan hanya soal protokol, tetapi juga bagaimana petugas di lapangan menyikapi situasi genting yang menuntut kepekaan sosial tinggi. Transjakarta menyadari bahwa insiden ini merupakan cambuk untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Pihak manajemen berjanji akan meninjau kembali standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan penanganan keluhan penumpang dan interaksi dengan kelompok rentan. "Kejadian ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami. Transjakarta berkomitmen untuk terus memperbaiki SOP serta melatih sensitivitas petugas, agar pelayanan kami tidak hanya menjaga kenyamanan publik, tetapi juga selalu mengedepankan rasa kemanusiaan," tutur Ayu. Lebih lanjut, manajemen mengapresiasi seluruh kritik dan masukan yang berdatangan dari publik. Masukan tersebut dinilai sangat berharga sebagai bahan introspeksi untuk mewujudkan layanan transportasi massal yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga humanis dan berkeadaban. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi penumpang yang merasa ditelantarkan, apa pun kondisinya.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar