Yayasan Desak Polisi Bongkar Bunker di Sekolah Jaksel Usai Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Yayasan Desak Polisi Bongkar Bunker di Sekolah Jaksel Usai Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba

PARADAPOS.COM - Polres Metro Jakarta Selatan didesak membongkar sebuah ruangan tertutup menyerupai bunker di lingkungan sekolah swasta di Jakarta Selatan. Temuan ini menyusul penggerebekan sebelumnya yang mengungkap ratusan senjata api, amunisi, hingga barang diduga narkotika di lokasi yang sama. Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengonfirmasi ruangan tersebut masih terkunci rapat dan pihaknya tidak berani membuka tanpa pendampingan aparat penegak hukum.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh pihak yayasan kepada penyidik pada Kamis (6/8). Kekhawatiran utama bukan sekadar soal akses, melainkan potensi temuan baru yang bisa membahayakan keselamatan dan berimplikasi hukum. Sejak mantan Ketua Yayasan berinisial IWD resmi diberhentikan, pengurus baru mengaku tidak pernah bisa mengakses ruangan tersebut.

"Masih ada ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana," tegas Hermawanto, Kamis (6/8).

Langkah hati-hati ini diambil yayasan untuk menghindari risiko hukum maupun keselamatan jika ruangan itu dibuka secara sepihak. Mereka menyerahkan seluruh prosedur pembukaan kepada aparat berwenang.

"Kami ingin bunker ini juga dibuka. Kami akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami membuka ruangan ini karena kalau kami sendiri khawatir ada risiko hukum," lanjutnya.

Rekam Jejak Temuan Senjata hingga Barang Terlarang

Kekhawatiran yayasan bukan tanpa dasar. Dalam dua kali penggeledahan yang dilakukan sebelumnya, pengurus justru menemukan barang-barang yang kuat diduga terkait tindak pidana. Pada 10 hingga 11 Juli 2026, sebanyak 995 pucuk senjata beserta amunisi dan berbagai aksesori ditemukan di area sekolah.

Penyisiran kembali dilakukan pada Rabu (5/8) malam dengan pendampingan aparat. Hasilnya, petugas menemukan komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga narkotika, serta puluhan keping CD porno. Semua barang bukti itu kini telah diserahkan sepenuhnya kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

"Pada tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno," ungkap Hermawanto.

Yayasan berharap penanganan perkara ini dilakukan secara mendalam dan transparan. Pasalnya, barang-barang temuan tersebut menyangkut keamanan nasional jika sampai jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

"Kami ingin kepolisian sangat serius, transparan dan profesional memproses perkara ini. Karena senjata ini berkaitan dengan keamanan nasional dan bisa berbahaya bila disalahgunakan," tambah Hermawanto.

Aktivitas Terselubung di Lingkungan Pendidikan

Temuan ini memicu keheranan mendalam dari internal sekolah. Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, menilai penyisiran menyeluruh terhadap seluruh area yang selama ini tertutup harus segera dituntaskan. Ia menduga ruangan tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal secara diam-diam.

"Yang diam-diam dia lakukan di situ sembunyi, lalu dia buat bunker di sekolah. Ada pintu belakang masuk, debarkasi-embarkasi barang yang berbahaya di situ bisa dia lakukan diam-diam di belakang," kata Untung.

Untung menyayangkan fasilitas lembaga pendidikan yang membawahi jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA itu diduga disalahgunakan. Baginya, keberadaan alat pembuat peluru di lingkungan sekolah adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan harus diusut tuntas.

"Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?," kata Untung.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler