Kepala BGN Wajibkan Cek Kesehatan Relawan Dapur MBG Usai Ada Pekerja Sakit

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 03:00 WIB
Kepala BGN Wajibkan Cek Kesehatan Relawan Dapur MBG Usai Ada Pekerja Sakit

PARADAPOS.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengeluarkan instruksi tegas terkait kebersihan dan kesehatan di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menyusul adanya laporan dan pemberitaan di media sosial mengenai sejumlah relawan yang kedapatan bekerja dalam kondisi sakit, BGN kini mewajibkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh personel dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi kontaminasi penyakit pada makanan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Instruksi Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Sudaryono di Kantor BGN Pusat, Jakarta, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut akan dilakukan secara gratis dan menjadi prosedur wajib sebelum relawan memulai tugasnya. Ini bukan sekadar imbauan, melainkan perintah langsung dari pimpinan tertinggi BGN untuk seluruh jajaran yang bekerja di dapur MBG.

Menurut Sudaryono, kekhawatiran ini muncul bukan tanpa alasan. Ia mengaku melihat sendiri pemberitaan yang ramai di sosial media mengenai kondisi para pekerja dapur. "Ada juga di sosial media atau di media barangkali juga diberitakan adanya relawan atau pegawai yang bekerja di dapur, ya itu ada yang ditemukan dalam kondisi sakit," ungkapnya saat ditemui di kantornya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prosedur pengecekan akan dilakukan setiap hari sebelum operasional dapur dimulai. Pemeriksaan ini mencakup pengukuran suhu tubuh dan wawancara singkat mengenai kondisi kesehatan. Para relawan akan ditanya secara langsung mengenai keluhan seperti diare atau sakit perut yang mungkin mereka rasakan.

"Dan juga kami sudah memerintahkan ke seluruh dapur, sebelum memulai pekerjaan, seluruh karyawan, seluruh pegawai, seluruh relawan harus dicek suhunya. Ditanya apakah Anda diare, sakit perut, dan lain-lain, itu keluhannya disampaikan. Manakala sakit, maka saya minta untuk diliburkan," papar Sudaryono dengan tegas.

Kebijakan ini diambil semata-mata untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG. Sudaryono menekankan bahwa risiko penularan penyakit dari relawan kepada makanan sangat mungkin terjadi jika prosedur ini tidak dijalankan dengan ketat. Ia mencontohkan situasi di mana ada pekerja yang menyembunyikan penyakitnya demi tetap bekerja, yang justru dapat membahayakan banyak orang.

"Jadi kami strict di situ. Karena ada beberapa keluhan, katanya ada yang sakit tapi tidak ngaku, ternyata sakit. Nah itu bisa menulari orang di dapur itu dan juga mengkontaminasi makanan yang kemudian dibagikan kepada penerima manfaat," ujar Sudaryono.

Dengan adanya instruksi ini, BGN berharap seluruh dapur SPPG di berbagai daerah dapat segera menyesuaikan diri. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BGN untuk memastikan program MBG berjalan dengan baik dan makanan yang disajikan benar-benar sehat serta aman dikonsumsi oleh anak-anak sekolah dan masyarakat penerima manfaat lainnya. Pengawasan ketat di lapangan pun akan terus dilakukan untuk memastikan aturan ini berjalan efektif.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar