paradapos.com- Siap-siap nih debat pertama calon wakil presiden bakal diadain pada Jumat (22/12/2023).
Para wakil Presiden yakni, Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, sama Mahfud MD akan tampil untuk adu gagasan.
Tema yang bakal diangkat di debat tersebut membahas soal ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan.
Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, elektabilitas Prabowo-Gibran masih ada di puncak.
Misalnya saja surve darii Litbang Kompas yang mencatat elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 39,3 persen. Disusul Anies-Cak Imin 16,7 persen dan Ganjar-Mahfud 15.3 persen.
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengatakan kalo debat Cawapres itu seperti
'pepesan kosong' Menurutnya,posisi wapres kaya ban serep soalnya wapres tidak punya wewenang untuk memutuskan suatu kebijakan.
Terus kalo begitu, debat cawapres bisa ngedongkrak elektabilitas masing-masing paslon gak yaa?
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah bilang kalo debat memang gak banyak ngasih efek ke elektabilitas.
"Debat tidak banyak pengaruhi elektabilitas, hanya saja membaca data saat ini di mana pemilih gamang masih cukup besar, sehingga debat menjadi harapan, meskipun sejauh ini belum terbukti berpengaruh," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (20/12/2023).
Jumlah pemilih bimbang tercatat masih banyalk, jadi bisa saja debat ini tuh semacam harapan.
"Persoalan ada anggapan debat sebagai pepesan kosong karena mereka politisi. Kebanyakan politisi memang alergi pada substansi politik, lebih mementingkan gimik," katanya
Dedi juga bilang debat bakal jadi penentu pilihan kelas menengah atas biar bisa tau janji-janji manis apa siich yang diumbar para paslon
Kalo Direktur Eksekutif Aditya Perdana berpendapat kalo debat bakal memengaruhi elektabilitas.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ruanganinfo.com
Artikel Terkait
Menteri Pertahanan Jepang dan Sekjen NATO Sepakat Perdalam Kerja Sama, Picu Kekhawatiran Eskalasi Konfrontasi di Asia-Pasifik
Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bernuansa Politik, Bukan Hukum
Polisi Periksa Intensif 15 Orang Terkait Bentrokan di Menteng yang Tewaskan Satu Orang
Bentrokan Berdarah di Menteng Akibat Masalah Sarapan, Satu Tewas dan Delapan Diamankan