Sejumlah warganet menilai bahwa lonjakan impor tekstil pada 2014–2024 turut memperburuk kondisi industri tekstil dalam negeri, termasuk Sritex.
Jokowi sendiri sempat menyoroti masalah overproduksi di China pada 9 Oktober 2024 lalu. Menurutnya, akibat itu banyak negara memperketat perlindungan pasar domestik, termasuk Indonesia.
Namun, keterkaitan Jokowi dengan Sritex sudah terjalin jauh sebelum ia menjadi Presiden. Pada 20 September 2006, saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi pernah mengunjungi pabrik Sritex di Sukoharjo.
Momen tersebut terekam dalam unggahan akun TikTok @dimkat yang menunjukkan Jokowi berdiri di antara pemilik PT Sritex, almarhum HM Lukminto. Ada juga Manajer Produksi Garmen I, Mr. Kim Yuntai.
Tak hanya itu, pada tahun 2017, Jokowi kembali mengunjungi Sritex. Ia memuji perusahaan tersebut sebagai salah satu kebanggaan Indonesia yang mampu menembus pasar dunia.
Namun kini, kondisi berbalik drastis. Netizen ramai mempertanyakan apakah kebijakan impor yang Jokowi terapkan selama memimpin berkontribusi terhadap kejatuhan Sritex.
“Setiap tempat yang dikunjungi, pasti setelahnya impor barang yang sama,” tulis akun @ahmadsaleh di media sosial, Sabtu, 1 Maret 2025, menyoroti pola yang dinilai merugikan industri dalam negeri.
Berhenti berdasarkan putusan Mahkamah Agung
Operasional PT Sritex resmi berhenti sejak 1 Maret 2025 kemarin, menandai berakhirnya perjalanan salah satu pemain utama industri tekstil Indonesia.
Empat pabrik tekstil di bawah naungan Sritex Group resmi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap 10.965 pekerja sepanjang Januari–Februari 2025.
Keputusan ini terjadi setelah Mahkamah Agung memperkuat putusan Pengadilan Niaga Semarang yang menyatakan Sritex beserta tiga entitas afiliasinya—PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya—berada dalam kondisi pailit.
Selain menyebabkan gelombang pengangguran, kebangkrutan Sritex juga memicu kekhawatiran terhadap masa depan industri tekstil dalam negeri yang semakin terhimpit oleh persaingan global. Belum lagi kebijakan impor yang kurang berpihak pada produsen lokal.
Sumber: NTBSatu
Artikel Terkait
Trauma PTSD Denada: Adik Ungkap Reaksi Sedih & Marah Saat Ditanya Ayah Kandung Ressa
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Tulus atau Gimmick?
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta (Euro) ke Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Noel Ebenezer
Dokumen Epstein: Kaitan Hary Tanoe, Trump, dan Misteri Indonesian CIA Terungkap