Kebijakan efisiensi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menuai kritik dari banyak kalangan.
Founder Nusa Ina Connection (NIC) Abdullah Kelrey menilai pemangkasan anggaran tersebut berpotensi menekan masyarakat kecil hingga sektor vital di daerah.
“Efisiensi anggaran ini justru bisa lebih kejam dari Covid-19, karena dampaknya langsung dirasakan di banyak lini, mulai dari bantuan sosial hingga pertumbuhan ekonomi,” ujar Kelrey dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 5 Oktober 2025.
Menurutnya, kebijakan efisiensi yang tidak tepat sasaran bisa menciptakan krisis sosial dan ekonomi baru.
Lanjut Kelrey, pemotongan belanja negara harus dibarengi dengan strategi perlindungan sosial yang jelas agar tidak memperburuk kondisi masyarakat.
“Salah satu dampak nyata dari kebijakan ini adalah gelombang aksi besar-besaran yang sempat dilakukan masyarakat beberapa waktu lalu,” jelas dia
“Kalau ada aksi seperti itu lagi, jangan salahkan masyarakat. Itu bentuk luapan emosi karena tekanan hidup yang semakin berat,” pungkasnya.
Sumber: rmol
Foto: Ilustrasi (Foto: Dokumentasi RMOL)
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Seluruh Aset Sitaan Dikembalikan
Menko Polkam Tegaskan Tindakan Hukum Tegas untuk Penginjakan Garuda, Pengibaran Bendera GAM, dan Kericuhan Demo Papua
Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 5.434 Warga Mengungsi
Wacana Cetak Ulang Buku Pelajaran Menuai Kritik: Ekonom Soroti Pemborosan Anggaran dan Nasib Buku Sekolah Elektronik