paradapos.com - Jakarta, 15 Desember 2023 - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya generasi muda.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program magang Kampus Merdeka Cycle 6 yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Program magang ini terbuka untuk mahasiswa aktif D3/D4/S1 minimal semester 5 dari berbagai disiplin ilmu.
Mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dunia kerja langsung dari salah satu BUMN terbesar di Indonesia, yaitu BRI.
Direktur Human Capital BRI Agus Winardono mengungkapkan, program magang Kampus Merdeka merupakan salah satu upaya BRI untuk mencetak profesional muda yang berdedikasi tinggi, loyal, dan penuh tanggung jawab.
"Melalui program ini, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensinya di bidang yang diminatinya secara langsung di bawah bimbingan mentor yang berpengalaman.
Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan sertifikat magang dan memperkuat relasi dan koneksi," ujar Agus.
Dalam program magang Kampus Merdeka Cycle 6, BRI menyediakan tiga proyek yang dapat diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan. Ketiga proyek tersebut adalah:
HC Specialist: Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dalam bidang pengembangan SDM, seperti rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan karier, dan hubungan industrial.
Digital Banking Development, Ecosystem & Operation: Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dalam bidang pengembangan dan operasional perbankan digital.
Baca Juga: Strategi Jitu BRI Raih Hati Generasi Muda Lewat Inovasi Digital
Business Development: Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dalam bidang pengembangan bisnis, seperti pemasaran, strategi, dan analisis data.
Artikel asli: indonewstoday.com
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Seluruh Aset Sitaan Dikembalikan
Menko Polkam Tegaskan Tindakan Hukum Tegas untuk Penginjakan Garuda, Pengibaran Bendera GAM, dan Kericuhan Demo Papua
Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 5.434 Warga Mengungsi
Wacana Cetak Ulang Buku Pelajaran Menuai Kritik: Ekonom Soroti Pemborosan Anggaran dan Nasib Buku Sekolah Elektronik