Gubernur Jabar Siapkan Hotline Darurat untuk Warga di Kawasan Konflik Timur Tengah

- Kamis, 05 Maret 2026 | 09:50 WIB
Gubernur Jabar Siapkan Hotline Darurat untuk Warga di Kawasan Konflik Timur Tengah

PARADAPOS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau warga Jabar yang sedang berada di kawasan Timur Tengah untuk segera menghubungi hotline darurat yang disediakan pemerintah daerah. Imbauan ini disampaikan menyusul eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, guna memastikan keselamatan dan keamanan warga.

Layanan Hotline 24 Jam untuk Warga Jabar di Luar Negeri

Dalam situasi yang dinamis dan penuh ketidakpastian di Timur Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka akses komunikasi selama 24 jam penuh. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan perlindungan terhadap warga asal Jawa Barat yang mungkin menghadapi kesulitan di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Rabu (4/3/2026), Gubernur Dedi Mulyadi secara langsung menyampaikan pesan kepada para perantau.

"Saudara-saudara saya yang berada di kawasan Timur Tengah yang berasal dari Jawa Barat yang hari ini dilanda konflik bersenjata, saya sampaikan apabila ada kesulitan yang dihadapi silakan hubungi hotline Jabar," tuturnya.

Respons Cepat Pemerintah Daerah

Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada warganya, bahkan yang berada di luar wilayah yurisdiksi Indonesia. Pendirian hotline khusus merupakan respons cepat yang diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi vital, memudahkan koordinasi evakuasi atau pemberian bantuan pertama jika diperlukan.

Meski tidak merinci jumlah warga Jabar yang saat ini berada di zona konflik, langkah proaktif ini menunjukkan kesiapsiagaan aparat. Di tengah laporan-laporan media mengenai meningkatnya ketegangan militer, adanya saluran komunikasi resmi yang mudah diakses dapat meredakan kecemasan keluarga di tanah air dan memberikan rasa aman bagi warga yang terdampak.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar