Atlet MMA Ditangkap Diduga Tersangka Pembunuhan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara

- Senin, 20 April 2026 | 07:00 WIB
Atlet MMA Ditangkap Diduga Tersangka Pembunuhan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara

PARADAPOS.COM - Seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) ditangkap polisi diduga sebagai pelaku penusukan yang merenggut nyawa Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau yang dikenal sebagai Nus Kei. Peristiwa tragis itu terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku, pada Minggu (19/4/2026) siang, tak lama setelah korban tiba dari Jakarta. Selain atlet bernama Hendrikus Rahayaan, polisi juga menahan seorang tersangka lain, Finansius Ulukyanan.

Profil Pelaku: Atlet Berprestasi di Balik Kasus

Identitas Hendrikus Rahayaan sebagai seorang atlet bela diri profesional langsung menyita perhatian publik. Di media sosial, pria yang akrab disapa HR itu aktif membagikan kesehariannya di dunia olahraga tarung. Ia menekankan bahwa dirinya adalah seorang olahragawan, bukan petarung jalanan. Bahkan, dalam unggahan terakhirnya, ia mengajak pengikutnya untuk bergabung dan berlatih di sebuah kamp pelatihan Muay Thai di Semarang.

“Ayok para pendekar yg sudah lama bertapa maupun yang baru mulai mengembara, gabung dan perkuat teknik dan gaya bertarungmu , bersama BOS MUDA (coach internasional), di CAMP RAMBO MUAY THAI 4294 Semarang Jl.bintoro 3 pummm bakar manyala,” tulisnya di Instagram.

Unggahan Media Sosial yang Mengundang Tanya

Melacak aktivitas daring Hendrikus, terdapat beberapa unggahan yang kini dilihat dalam sudut pandang berbeda. Sekitar sebulan sebelum peristiwa, tepatnya pada 9 Maret 2026, ia membuat postingan yang cukup mencengangkan. Dalam unggahan itu, ia mengaku mendapat tawaran pekerjaan dengan nilai fantastis.

“Dikasih kerjaan Rp1 Miliar ambil ginjal bintang,” tulis Hendrikus, yang kemudian diikuti dengan komentar, “Masih pikir-pikir dulu.”

Selain itu, pada akhir tahun sebelumnya, ia juga memposting sebuah pernyataan yang bernuansa keras. Unggahan itu menggambarkan sisi lain dari pribadinya di luar ring.

“Kami baik kepada semua orang, Tapi kalau orang jahat sama kami, Kami akan tunjukan kalau kamu lebih jahat.... Keluarga AMKEI & RAMBO 4294 SEMARANG,” bunyi kutipan unggahannya.

Karier di Dunia Olahraga dan Pendidikan

Di balik kasus yang menyeretnya, Hendrikus diketahui adalah seorang atlet Muay Thai dan mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang. Catatan prestasinya di dunia olahraga cukup gemilang. Ia tercatat pernah meraih medali emas di Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa 2025 dan di ajang Semarang Fight Night 4. Dalam komunitasnya, ia dikenal dengan julukan "Kei Bad Boy".

Motif Dendam yang Diumumkan Polisi

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengungkapkan dugaan motif di balik aksi penusukan mematikan tersebut. Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, menjelaskan bahwa aksi itu didorong oleh rasa dendam yang telah lama dipendam.

“Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” jelas AKBP Rian.

Penjelasan dari otoritas ini memberikan konteks yang lebih dalam terhadap insiden di bandara, yang mengubah perjalanan pulang seorang politikus menjadi peristiwa kriminal yang menghebohkan. Kasus ini kini terus diselidiki untuk mengungkap kebenaran secara lebih menyeluruh.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar