PARADAPOS.COM - Kontingen Indonesia resmi diberangkatkan untuk berlaga di Asian Beach Games Sanya 2026 di China, yang akan digelar pada 22-30 April mendatang. Chef de Mission (CdM) Krisna Bayu menyampaikan harapannya agar para atlet, yang merupakan campuran pemain muda dan senior, dapat tampil optimal dan meraih medali dalam ajang olahraga pantai bergengsi tersebut.
Komposisi Tim dan Cabang Olahraga
Indonesia mengirimkan total 22 atlet untuk bertanding di tiga cabang olahraga. Kontingen ini terdiri dari delapan atlet bola basket 3x3, enam atlet voli pantai, dan delapan atlet panjat tebing. Strategi pencampuran atlet junior dan senior menjadi ciri khas tim kali ini, dengan harapan terjadi transfer pengalaman dan semangat baru.
Di antara nama-nama muda yang diandalkan adalah Halmaheranno Lolaru Hady, Jonathan Patrick Alex, Berlian Yesi Tri Utari, Diva Intan Nur Fadillah, dan Angelica Jennifer Candra dari basket 3x3. Sementara dari panjat tebing, Antasyafi Robby dan Kadek Asih juga masuk dalam daftar, bersama beberapa atlet voli pantai yang masih berusia muda.
Persiapan di Tengah Keterbatasan
Krisna Bayu mengakui bahwa persiapan menuju Sanya 2026 dihadapkan pada realitas anggaran yang terbatas. Kondisi ini membuat proses seleksi atlet dilakukan dengan sangat ketat, dengan fokus utama pada cabang dan atlet yang dinilai memiliki peluang medali terukur.
“Semua atlet telah dipersiapkan sebaik mungkin sesuai mekanisme Komite Olimpiade Indonesia (KOI),” jelasnya mengenai persiapan teknis yang telah dijalani.
Meski tidak menyebut target spesifik jumlah medali, Krisna menyimpan optimisme. Keyakinannya didasarkan pada proses seleksi yang matang dan komitmen tinggi dari para atlet yang terpilih.
Panjat Tebing Jadi Andalan
Salah satu harapan medali terbesar kontingen Indonesia disandarkan pada cabang panjat tebing, khususnya melalui atlet berkaliber dunia, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Prestasinya yang konsisten, termasuk medali emas speed climbing pada Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2026, menjadi modal berharga.
Menyikapi peluang tersebut, Krisna memilih bersikap realistis namun penuh harap. “Yang jelas sebelum kalah, peluang medali itu selalu terbuka,” ujarnya, menegaskan bahwa selama pertandingan belum usai, segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Keikutsertaan dalam Asian Beach Games ini juga dipandang sebagai bagian dari proses persiapan jangka panjang menuju Asian Games 2026, memberikan pengalaman berharga bagi atlet muda untuk bertarung di level multievent Asia.
Artikel Terkait
Fenomena Marapthon Reza Arap Dinilai Jadi Cermin Perubahan Kebiasaan Konsumsi Media Digital
Timnas Indonesia Kunci Dua Kemenangan Beruntun, John Herdman Soroti Pentingnya Momentum
Erick Thohir Sambut Positif Shin Tae-yong Latih Persija: Tanda Kualitas Liga Indonesia Semakin Membaik
Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas sebagai Anggota sejak 2016