Jokowi Tanggapi Klaim JK dengan Sikap Saya Orang Kampung

- Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB
Jokowi Tanggapi Klaim JK dengan Sikap Saya Orang Kampung
Respon Jokowi atas Klaim JK: "Saya Orang Kampung"

PARADAPOS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan respons ringan namun penuh makna atas pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mengklaim peran sentralnya dalam kemenangan Jokowi di Pilpres 2014. Dalam pertemuan dengan wartawan di Solo, Senin (20/4/2026), Jokowi memilih untuk tidak terlibat dalam perdebatan klaim tersebut, dan justru mengingatkan bahwa penilaian atas kondisi negara bukanlah wewenang satu pihak.

Tanggapan Santai di Depan Rumah

Ditemui di depan kediamannya di kawasan Sumber, Solo, suasana tampak santai. Menanggapi berbagai pernyataan yang dilontarkan JK sebelumnya, Jokowi memilih sikap rendah hati. Dengan nada tenang, ia menggarisbawahi latar belakangnya yang sederhana.

"Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," ungkapnya kepada para awak media yang menunggu.

Ketika disinggung lebih lanjut mengenai pernyataan JK yang menyebut negara hancur karena kepemimpinannya, Jokowi memberikan jawaban yang singkat dan tegas. Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap kondisi bangsa berada di tangan publik dan sejarah, bukan pada individu.

"Yang menilai bukan saya," tegas mantan Wali Kota Solo itu.

Klaim dan Kenangan dari Jusuf Kalla

Pernyataan Jokowi ini merupakan respons dari sejumlah ungkapan JK yang disampaikan dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta beberapa hari sebelumnya. Dengan nada yang terdengar geram, JK secara detail mengungkit kembali kontribusinya dalam membawa Jokowi ke panggung politik nasional.

JK menegaskan bahwa ia memiliki hubungan baik dan peran yang tidak kecil. "Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta," tuturnya.

Ia juga mengklaim sumbangsihnya dalam kemenangan Jokowi pada Pilgub DKI 2012. "Saya yang bantu Jokowi. Tanya sama beliau. Kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Janganlah macam-macam begitu," lanjut JK.

Dengan penekanan, ia menyatakan, "Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden."

Mengungkit Peran di Balik Layar

Lebih jauh, JK membagikan fragmen perbincangan internal dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri jelang Pilgub DKI 2012. Menurut pengakuannya, Megawati awalnya enggan mencalonkan Jokowi. JK menyebut dirinya turun tangan meyakinkan Megawati, bahkan hingga diminta secara khusus untuk mendampingi Jokowi sebagai calon wakil gubernur.

"Ibu Mega bilang 'Jangan, Pak Jusuf dampingi'. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf Wakil-nya. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak ada pengalaman," jelasnya menceritakan momen tersebut.

Pernyataan-pernyataan ini muncul setelah JK merasa geram dengan berbagai fitnah yang dialaminya, yang dipicu oleh permintaannya agar Jokowi menunjukkan ijazah asli kepada publik. Dinamika antara kedua tokoh yang pernah berpasangan dalam kepemimpinan ini kembali menyedot perhatian, menunjukkan kompleksitas relasi politik yang terbangun dari masa lalu hingga kini.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar