PARADAPOS.COM - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa timnya. Langkah ini diambil menyusul kekalahan dramatis Singo Edan dari Bali United dengan skor 4-3 dalam lanjutan Liga Indonesia 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (6/3/2026) malam. Kekalahan ini semakin menegaskan pola bermasalah yang dialami Arema, yakni kerap kebobolan lebih dulu di babak pertama sebelum berusaha bangkit.
Evaluasi Menyeluruh Pasca Kekalahan Dramatis
Dalam konferensi pers usai laga, suasana di ruang media terasa berat. Marcos Santos dengan jujur mengakui bahwa penampilan para pemainnya di babak pertama jauh dari memadai. Kelemahan itulah yang dimanfaatkan Bali United untuk membangun keunggulan melalui gol Teppei Yachida pada menit ke-22 dan Diego Campos yang mencetak gol tepat sebelum turun minum, menit ke-46.
"Penampilan kami di pertandingan babak yang pertama kami kurang, ini menyulitkan. Tapi di babak kedua kami bisa bermain bagus," ungkapnya, mengakui adanya dua wajah berbeda yang ditunjukkan timnya dalam satu pertandingan.
Pola Mengkhawatirkan di Babak Pertama
Kekalahan dari Bali United bukanlah insiden tunggal. Pelatih asal Brasil itu tidak menampik adanya tren yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa laga terakhir, Arema kerap tampil lamban di awal pertandingan dan langsung tertekan, berujung pada kebobolan gol-gol krusial yang kemudian sulit dikejar.
Pola serupa terlihat saat mereka takluk 3-1 dari Borneo FC di Samarinda. Saat itu, gawang Arema sudah bobol dua kali sebelum jeda, melalui Caxambu (menit 7) dan Villa (menit 26). Begitu pula dalam laga tandang ke markas Madura United, di mana Brandao berhasil membukukan gol tepat di penghujung babak pertama, menit 45 1.
Fokus pada Konsistensi dan Pemulihan Mental
Marcos Santos kini memusatkan perhatian pada upaya perbaikan yang diharapkannya bisa mengerek performa sekaligus memulihkan mental skuadnya. Tantangan terbesar adalah menciptakan konsistensi permainan dari menit pertama hingga peluit akhir berbunyi, bukan hanya mengandalkan semangat kejar-kejaran di babak kedua.
"Harus siap dan fokus untuk mengembalikan mental pemain sehingga mampu tampil lebih baik," tegas Marcos, menekankan pentingnya kesiapan psikologis.
Tanggung Jawab Pemain Senior
Echo dari ruang ganti pun datang dari pemain senior, Julian Guevara. Gelandang asal Kolombia itu menyuarakan hal serupa, mengakui bahwa kegagalan tampil solid sejak awal telah membawa konsekuensi. Dia menegaskan komitmennya, bersama seluruh rekan, untuk segera bangkit dan mengembalikan Arema ke papan atas klasemen.
"Aku sebagai pemain senior punya tanggung jawab untuk itu. Kami (sebagai pemain) juga tahu bahwa ada masalah (performa) di tiga pertandingan," tutur Guevara, mengakui kesadaran penuh atas masalah yang sedang dihadapi.
Dengan dua suara kunci dari pelatih dan pemain yang menyoroti akar masalah yang sama, Arema FC kini berada di titik yang membutuhkan perbaikan cepat. Tekanan untuk segera mengubah tren negatif ini akan menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan Marcos Santos dan karakter tim secara keseluruhan di sisa kompetisi.
Artikel Terkait
Perencana Keuangan Beri Tips Atur Anggaran Hampers Lebaran agar Tak Bebani Keuangan
Muswil PPP Sulawesi Tengah Tuntas Digelar, Formatur Baru Ditetapkan
Israel Klaim Serang Teheran, Balas Serangan Rudal Iran Sehari Sebelumnya
IHSG Anjlok 7,89% Pekan Lalu, Ditekan Koreksi Saham-Saham Big Cap