PARADAPOS.COM - Indonesia mendorong kawasan Asia Pasifik untuk berperan sebagai kompas pembangunan berkelanjutan dunia. Seruan ini disampaikan dalam Sidang Komisi ke-82 United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 20–24 April 2026. Duta Besar Indonesia untuk Thailand merangkap UNESCAP, Hari Prabowo, menyampaikan langsung dorongan tersebut pada pembukaan sidang yang dihadiri lebih dari 477 peserta dari 58 negara anggota.
Asia Pasifik sebagai Motor Pembangunan Global
Dalam pidatonya, Hari Prabowo menekankan bahwa Asia Pasifik bukan sekadar motor pertumbuhan ekonomi global. Lebih dari itu, kawasan ini dinilai harus mampu memandu arah pembangunan dunia ke depan. Suasana sidang yang berlangsung di markas besar ESCAP itu terasa serius, namun tetap diwarnai semangat diplomasi yang hangat.
“Sudah saatnya kita memikirkan dan merumuskan keberlanjutan agenda pembangunan setelah 2030 agar tetap relevan, inklusif, dan mampu menjawab tantangan global yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, penting untuk memastikan pencapaian Agenda 2030 yang terangkum dalam Sustainable Development Goals (SDGs) sambil menyiapkan agenda lanjutan pasca-2030. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal agar tidak ada celah dalam transisi pembangunan.
Prinsip Inklusivitas dan Kemitraan Lintas Generasi
Hari Prabowo juga menegaskan bahwa kebijakan pembangunan harus berlandaskan prinsip tidak ada satu pihak pun yang tertinggal. Prinsip ini, menurutnya, bukan sekadar slogan.
“Ini harus terwujud tidak hanya dalam bentuk komitmen, tetapi harus tercermin pula dalam kebijakan yang inklusif dan berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyoroti pentingnya kemitraan lintas negara dan lintas generasi. Dinamika global yang semakin kompleks, jelasnya, membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antarbangsa. Forum ini menjadi salah satu wadah untuk memperkuat ikatan tersebut.
Pertemuan tahunan ini diselenggarakan bersama oleh ESCAP, Azerbaijan, dan Thailand. Partisipasi aktif Indonesia dalam forum tersebut mencerminkan komitmen untuk memperkuat multilateralisme dan kerja sama kawasan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Dari ruang sidang di Bangkok, pesan Indonesia terdengar jelas: Asia Pasifik siap memimpin perubahan.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ketua Komisi XIII DPR Larang Menteri HAM Bangun Kantor Wilayah Baru di Tengah Kondisi Fiskal Negara yang Sedang Krisis
Polres Metro Bekasi Selidiki Laporan Dugaan Intimidasi dan Perusakan Rumah di Pebayuran
Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 per USD, Sentimen Pasar Membaik
Gubernur Jambi Aktifkan 82 Pos Siaga Karhutla Antisipasi Puncak Kemarau 2026