PARADAPOS.COM - Seorang pemuda asal Kediri berhasil diamankan warga di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di jalan. Insiden yang terjadi saat korban hendak berangkat kuliah itu berakhir dengan gagalnya pelaku melarikan diri akibat rantai motornya putus saat dikejar. Pelaku kini telah diamankan dan proses hukum ditangani oleh Unit PPA Polres Nganjuk.
Kronologi Pelecehan di Jalan
Berdasarkan penjelasan pihak kepolisian, kejadian bermula saat korban, seorang mahasiswi berinisial LK, sedang berkendara sendirian. Di tengah perjalanan, pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekat dan memepet korban dari sisi kanan. Dengan tiba-tiba, pemuda berinisial MZM itu melakukan aksi tak terduga.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, memaparkan detail kejadian tersebut. "Saat dekat, pelaku kemudian meremas payudara korban sebanyak dua kali. Korban langsung berteriak dan mengejar pelaku karena tidak terima dengan perbuatan tersebut," jelasnya pada Selasa, 17 Maret 2026.
Pelarian Gagal dan Penangkapan
Dorongan untuk membela diri membuat korban tak tinggal diam. Ia segera membalikkan kendaraannya dan mengejar pelaku yang berusaha kabur. Namun, upaya pelarian itu tak berjalan mulus. Rantai sepeda motor yang dikendarai pelaku tiba-tiba putus di tengah jalan, membuatnya tak dapat melanjutkan pelarian.
Momentum itu dimanfaatkan dengan baik oleh korban dan warga sekitar. Pelaku yang terjebak itu pun berhasil diamankan di tempat kejadian. Suasana tegang seketika mereda setelah ia tidak lagi mampu melawan. Warga kemudian menyerahkan pemuda tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses lebih lanjut.
Proses Hukum Berlanjut
Setelah diamankan, MZM langsung dibawa ke Mapolres Nganjuk. Kasus yang menimbulkan keresahan ini kini telah ditangani secara khusus oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di bawah Satreskrim Polres Nganjuk. Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani tindak kekerasan, khususnya yang menyasar kelompok rentan di ruang publik.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan dan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat. Respons cepat korban dan bantuan warga sekitar menjadi faktor kunci yang menghentikan aksi pelaku dan memastikan proses hukum dapat berjalan.
Artikel Terkait
Tol Cipali Siapkan Sistem One Way Antisipasi Puncak Arus Mudik
LBH Peta Sumsel Gelar FGD di Tiga Kabupaten untuk Perkuat Peran LSM dan Ormas
Sri Lanka Terapkan Rationing BBM Pakai QR Code, Tenaga Medis Protes Kuota Minim
Riky Febriansyah dan Maissy Pramaisshela Konfirmasi Pisah Rumah