PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, terus meluaskan dampaknya. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 15.40 WIB, bencana ini telah berdampak pada 109 jiwa dan melukai 32 warga. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak, sementara gempa susulan masih terus terjadi.
Korban dan Wilayah Terdampak
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa data sementara mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga atau 109 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 24 warga mengalami luka ringan dan delapan lainnya menderita luka berat. Ia menegaskan bahwa seluruh data ini masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan.
Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak paling signifikan. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak di wilayah tersebut, dengan rincian 21 warga luka ringan dan delapan warga luka berat.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga tercatat mengalami luka ringan, sedangkan Kabupaten Poso melaporkan satu warga luka yang masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Kerusakan Infrastruktur Meluas
Gempa tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak sejumlah bangunan dan fasilitas umum. Abdul Muhari mengungkapkan bahwa selain menimbulkan korban dan warga terdampak, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta berbagai fasilitas dan infrastruktur di sejumlah wilayah.
Pendataan sementara mencatat setidaknya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat unit yang mengalami rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso yang dilaporkan mengalami amblas.
Kerusakan tersebut tersebar di beberapa wilayah dengan tingkat dampak yang berbeda-beda, tuturnya.
Di Kabupaten Sigi, sekitar 44 unit rumah terdampak, satu rumah rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Poso, tercatat lima unit rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi rusak. Adapun Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 unit rumah terdampak.
Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan. Selain itu, satu tempat usaha, satu fasilitas umum, dan satu bangunan hotel juga ikut terdampak akibat guncangan.
Gempa Susulan dan Respons Tanggap Darurat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 14.00 WIB telah terjadi 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Jumlah dan karakteristik gempa susulan masih terus diperbarui sesuai hasil pemantauan BMKG.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait segera melakukan berbagai langkah penanganan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat pendataan dampak bencana, ungkap Abdul Muhari.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh pasien di Rumah Sakit Anutapura Kota Palu sempat dievakuasi ke area terbuka. Pemerintah Kota Palu bersama BPBD dan tim ahli juga melakukan peninjauan terhadap sejumlah jembatan yang dilaporkan mengalami keretakan.
Saat ini, tenda darurat telah didirikan sebagai langkah kewaspadaan dan pasien secara bertahap kembali menempati ruang perawatan. Hingga saat ini, Pemerintah Kota Palu belum menetapkan status keadaan darurat.
BPBD Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan kaji cepat dan pendataan dampak di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait juga terus dilakukan guna mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan Mendesak dan Imbauan
Seiring dengan upaya penanganan yang terus dilakukan, sejumlah kebutuhan mendesak mulai teridentifikasi di wilayah terdampak. Kebutuhan tersebut antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk menutupi bangunan yang mengalami kerusakan, serta pemasangan tenda di halaman RSUD Kabupaten Poso.
Hingga saat ini, proses kaji cepat dan pendataan masih berlangsung. Jumlah korban maupun kerusakan berpotensi mengalami perubahan sesuai perkembangan di lapangan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga di wilayah terdampak diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah setempat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang, imbau Abdul Muhari.
BNPB terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan situasi secara berkala seiring dengan berlangsungnya proses pendataan dan penanganan di lapangan.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PT KBI Resmikan Gudang SRG Berbasis Rel di Gedebage, Integrasikan Logistik Komoditas dengan Kereta Api
Presiden Prabowo Panggil Direksi Himbara, Minta Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi, Ini Daftar Mobil yang Aman Pakai Pertalite
BGN Pastikan Tak Ulangi Belanja Kurang Manfaat demi Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis 2026