Polisi Pakistan Tembak Keliru, Bocah Australia Tewas di Punjab

- Senin, 15 Juni 2026 | 20:00 WIB
Polisi Pakistan Tembak Keliru, Bocah Australia Tewas di Punjab
PARADAPOS.COM - Seorang anak perempuan warga negara Australia tewas setelah ditembak oleh polisi Pakistan di Kota Chakwal, Provinsi Punjab, akibat kesalahan identifikasi dalam penggerebekan kasus perampokan bersenjata. Korban, Hania Ahmed (9), siswi kelas empat asal Perth, Australia, meninggal di lokasi kejadian pada Rabu pekan lalu. Ayahnya, Adeel Ahmed (39), dan kakak laki-lakinya, Aafan Ahmed (11), mengalami luka serius. Ibu korban selamat tanpa cedera. Insiden ini memicu permintaan investigasi transparan dari Pemerintah Australia.

Kronologi di Lapangan yang Kacau

Peristiwa nahas itu bermula ketika keluarga Ahmed tengah melaju menggunakan mobil sewaan. Mereka baru saja menjadi korban perampokan dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, dalam situasi yang kacau, anggota Elite Force Kepolisian Punjab yang sedang memburu para perampok justru salah menilai situasi. Petugas di lapangan diduga mengira kendaraan yang ditumpangi keluarga Ahmed adalah milik para pelaku kejahatan yang mencoba kabur. Tanpa verifikasi lebih lanjut, mereka melepaskan tembakan ke arah mobil tersebut. Akibatnya, Hania yang duduk di dalam mobil terkena timah panas dan tewas seketika.

Pengakuan dan Penyesalan dari Kepolisian

Pihak Kepolisian Punjab tidak menampik kesalahan yang terjadi. Dalam pernyataan resmi dari Departemen Pengendalian Kejahatan, mereka mengakui insiden tersebut murni akibat kesalahan penilaian petugas di lapangan. “Dalam kekacauan yang terjadi, petugas secara keliru menilai para tersangka sedang melarikan diri menggunakan kendaraan korban dan kemudian melepaskan tembakan,” demikian bunyi pernyataan resmi kepolisian. Atas insiden ini, petugas yang melepaskan tembakan langsung ditahan. Proses penyelidikan internal tengah berjalan untuk menentukan pertanggungjawaban hukum secara lebih rinci.

Desakan Australia dan Nasib Para Pelaku Perampokan

Dari Canberra, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia secara khusus meminta agar proses hukum berjalan terbuka dan adil. “Kami mengharapkan adanya transparansi dan penyelidikan yang layak terhadap peristiwa ini,” ujar Albanese kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa seorang anak, tetapi juga melukai anggota keluarganya yang lain. Sementara itu, dua tersangka perampokan yang diduga menjadi pemicu awal insiden dilaporkan tewas dalam baku tembak terpisah dengan aparat keamanan. Otoritas setempat memastikan investigasi masih berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar