Mahasiswa UGM Ricuh Saat Diskusi dengan Budiman Sudjatmiko, Harta Kekayaannya Naik 13,91 Persen

- Selasa, 16 Juni 2026 | 04:25 WIB
Mahasiswa UGM Ricuh Saat Diskusi dengan Budiman Sudjatmiko, Harta Kekayaannya Naik 13,91 Persen
PARADAPOS.COM - Protes mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mewarnai diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada Rabu lalu. Kericuhan dipicu oleh cap "pengkhianat reformasi" yang dialamatkan kepada Budiman, mantan aktivis yang kini menjadi bagian dari kabinet Presiden Prabowo Subianto. Di tengah sorotan tersebut, laporan harta kekayaan Budiman menunjukkan peningkatan signifikan sejak menjabat, dari Rp 6,43 miliar pada 2024 menjadi Rp 7,32 miliar pada 2025.

Kericuhan di Kampus UGM

Awalnya, suasana diskusi berlangsung cair. Dalam potongan video yang beredar, Budiman terlihat berbicara mengenai Tiyo Ardianto. "Jangan ada yang menyentuh Tiyo, setersinggung apapun jangan punya pikiran jangan membuat suatu manuver yang mencelakai dia," ujarnya. Namun, tak lama kemudian, sekelompok mahasiswa berteriak menggunakan pengeras suara. Mereka memprotes kehadiran tiga anak buah Presiden Prabowo di lingkungan kampus. "Budiman Sudjatmiko adalah pengkhianat reformasi, semua di sini membicarakan pancasila," teriak salah satu mahasiswa. Budiman mencoba menenangkan situasi. "Temen-temen. Silahkan, silahkan, ayo, kita diskusi, ada yang mau dibicarakan?" katanya. Namun, mahasiswa terus berteriak, membentangkan spanduk, dan menuduh rombongan sebagai "Satuan Penjilat Prabowo Gibran". Sudaryono bahkan mengaku mengalami pemukulan dan penyiraman air.

Dari Aktivis ke Pejabat Negara

Budiman Sudjatmiko bukanlah nama baru di panggung politik Indonesia. Dulu, ia dikenal sebagai aktivis lantang yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD). Namun, langkahnya bergabung dengan pemerintahan Prabowo menuai kontroversi. "Saya jawab, aku masih seperti Budiman yang dulu. Saya gak berubah," tuturnya saat dikutip dari wawancara dengan Kompas.com. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memperkaya diri dari jabatan. "Saya gak pernah mencari kekayaan dari jabatan saya. Saya paham penderitaan rakyat yang kamu sampaikan, saya mengerti," tambahnya.

Kenaikan Harta Kekayaan yang Mencolok

Budiman dilantik sebagai Kepala BP Taskin pada 22 Oktober 2024. Saat itu, harta kekayaannya tercatat sebesar Rp 6.431.426.000. Setahun berselang, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, kekayaannya naik 13,91 persen menjadi Rp 7.326.202.873. Angka ini jauh melonjak dibandingkan saat ia menjadi anggota DPR dari fraksi PDIP pada 2018, yang hanya sebesar Rp 1.794.412.938. Budiman mengaku bahwa kenaikan tersebut bukan berasal dari jabatannya. "Salah satu dari mereka bilang, 'Saya mengidolakan Anda dari dulu, tapi Anda mengkhianati kami. Anda hidup enak-enak. Piye, penak ‘pa dadi menteri Prabowo? Lali karo rakyat?'" ungkapnya menirukan keluhan seorang mahasiswa.

Rincian Harta Kekayaan Budiman Sudjatmiko (LHKPN 2025)

Berikut adalah rincian kekayaan Budiman berdasarkan LHKPN 2025:

A. Tanah dan Bangunan: Rp 4.400.000.000

  • Tanah dan Bangunan seluas 187 m²/250 m² di Jakarta Timur (hasil sendiri)

B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 1.100.000.000

  • Mobil Nissan Evalia 1.5 tahun 2012 (hasil sendiri): Rp 50.000.000
  • Mobil Mitsubishi Mirage 1.2 A/T tahun 2013 (hasil sendiri): Rp 50.000.000
  • Mobil Hyundai Palisade tahun 2023 (hasil sendiri): Rp 1.000.000.000

C. Harta Bergerak Lainnya: Rp 1.679.170.000

D. Surat Berharga: Rp -

E. Kas dan Setara Kas: Rp 825.032.873

F. Harta Lainnya: Rp 150.000.000

Sub Total: Rp 8.154.202.873

III. Hutang: Rp 828.000.000

IV. Total Harta Kekayaan (II-III): Rp 7.326.202.873

Meskipun demikian, Budiman tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak berubah. "Saya Budiman yang dulu, tidak berubah," pungkasnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar