PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan upaya tanggap darurat untuk korban banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berjalan optimal guna memenuhi kebutuhan dasar warga. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, pada Jumat (27/3/2026), menyusul banjir yang melanda sejak Selasa malam (24/3) akibat hujan deras dan melumpuhkan ribuan rumah di 11 kecamatan.
Distribusi Bantuan dan Penanganan Darurat
Petugas gabungan dari BNPB, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja mendistribusikan bantuan. Fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan logistik lainnya dapat menjangkau warga, baik yang mengungsi di posko maupun yang masih bertahan di rumah mereka.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, "Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti penyaluran makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan bantuan logistik lainnya dilaksanakan baik di pos pengungsian, maupun pengiriman menuju warga yang bertahan di lantai atas rumah masing-masing."
Apresiasi untuk Respons Cepat Pemerintah Daerah
Suharyanto turut mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menangani keadaan darurat ini. Pembentukan posko atau shelter kebencanaan dinilai efektif untuk mengkoordinasikan distribusi logistik dan mengorganisir evakuasi warga terdampak.
Meski demikian, situasi di lapangan, khususnya di Kecamatan Beji, masih memerlukan perhatian serius. Beberapa permukiman seperti Desa Kedungringin dan Kedungboto berada di dataran yang lebih rendah dari muka air Sungai Wrati, yang meluap dan menyebabkan genangan masih bertahan.
Solusi Jangka Menengah dan Panjang
Menghadapi kondisi geografis yang rentan, BNPB telah mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu segera diambil. Normalisasi sungai menjadi prioritas untuk mengembalikan kapasitas aliran air.
"Untuk saat ini, solusi jangka menengah yang dapat dilakukan adalah normalisasi Sungai Wrati yang memang kondisinya mengalami penyempitan lebar dan pendangkalan dasar sungai," ungkap Suharyanto.
Lebih jauh, pembahasan untuk solusi yang lebih permanen akan segera dilaksanakan. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Pasuruan, berencana menggelar rapat koordinasi. Pertemuan tersebut akan membahas opsi jangka panjang, mulai dari kemungkinan relokasi permukiman warga hingga rekayasa teknis aliran Sungai Wrati, guna meminimalisir risiko banjir serupa di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemulihan dan pendistribusian bantuan masih terus berlangsung, dengan titik terdalam genangan masih tercatat di Kecamatan Beji dan Rejoso.
Artikel Terkait
BPBD Aceh Besar Larang Bakar Sampah dan Lahan Imbas Cuaca Panas Ekstrem
TransJakarta Luncurkan Akademi dan Kirim 20 Pramudi Terbaik ke Jepang
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di GBK
Prabowo Antar Langsung PM Anwar ke Bandara, Akhiri Kunjungan Idul Fitri